Varian Delta di Kabupaten Magelang 3 Kasus, Kini Dinkes Antisipasi Omicron

SURVEILLAN. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Sunaryo, pihaknya antisipasi penyebaran Omicron, dengan lakukan Surveillan ketat.
SURVEILLAN. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Sunaryo, pihaknya antisipasi penyebaran Omicron, dengan lakukan Surveillan ketat.

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Untuk mengantisipasi sebaran Covid-19 jenis Omicron di wilayah Kabupaten Magelang, Dinas Kesehatan (Dinkes) sudah melakukan surveilans (pengawasan) terdiri dari tracing, tracking dan testing.

“Secara keseluruhan yang terpenting kami sudah mengikuti prosedur dan melakukan penguatan surveilans, supaya pergerakan Omicron itu bisa diantisipasi. Salah satunya dengan melihat hasil dari PCR positif terkonfirmasi yang sudah ada, apakah ada tanda-tanda yang dicurigai sebagai Omicron,” ucap Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Sunaryo, Selasa (11/1/2022).

Sunaryo mengatakan, saat ini varian Covid-19 yang terdeteksi ada di Kabupaten Magelang adalah varian Delta. Apabila ada yang terkonfirmasi Omicron, maka mulai dari H-2 pemeriksaan atau swab dengan gejala, semua kontak erat harus segera di lakukan tracing.

“Namun, sampai saat ini masih varian Delta yang ditemukan. Kami baru menemukan 3 kasus, dengan 1 yang masih ada di Kecamatan Grabag, yang lainnya sudah sembuh,” jelas Sunaryo.

Sementara terkait capaian vaksinasi untuk wilayah Kabupaten Magelang, Sunaryo menyebutkan sudah mencapai 74 sekian persen untuk vaksinasi dosis 1, sementara untuk dosis 2 sudah 50 sekian persen. Sementara capaian vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun sudah mencapai 28 ribu (artinya 25 persen lebih) dari 113.853 sasaran yang ditetapkan.

“Mungkin nanti kalau capaian vaksin dosis 2 sudah mencapai 60 persen, maka boleh mengajukan untuk dosis booster. Booster juga diberikan setelah 6 bulan dosis ke 2, tapi untuk di Jawa Tengah belum dan kita tidak ingin mendahului. Kita selesaikan dulu dosis anaknya,” papar Sunaryo.

Menurut Sunaryo, dosis Booster adalah wajib setelah 6 bulan mendapatkan vaksinasi dosis ke 2 untuk mendukung herd immunity.

“Kalau untuk herd immunity ya tetap wajib, artinya bagi masyarakat dan sudut pandang keilmuannya,” tandas Sunaryo.(cha)

Artikel Menarik Lainnya :  Kumpulkan Komunitas Artos Mall Gelar Pameran Iklan Hias Selama 4 Hari