Siap-siap! di Wonosobo Tak Ada Penambahan Stok BBM dan LPG Bersubsidi

TPID. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Wonosobo menggelar monitoring barang bersubsidi ke sejumlah agen LPG dan BBM.
TPID. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Wonosobo menggelar monitoring barang bersubsidi ke sejumlah agen LPG dan BBM.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM  Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Wonosobo penggunaan BBM dan LPG subsidi akan mengalami kenaikan pada bulan April hingga bulan Mei 2022 Mendatang. Hal tersebut menyusul momentum bulan puasa hingga Idul Fitri.

“Kemungkinan besar kami prediksi ada kenaikan penggunaan, baik LPG 3 kilogram maupun BBM bersubsidi, baik solar maupun pertalite,” kata Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Khristiana Dhewi Setda Wonosobo.

Menurutnya, tidak ada penambahan stok namun akan ada mekanisme alokasi untuk mencukupi kebutuhan masyarakat khususnya di Wonosobo. Sebab, kebijakan terkait dengan kuota BBM dan LPG bersubsidi sudah diatur oleh pemerintah.

Dijelaskan, berdasarkan surat Gubernur Jawa Tengah Nomor 541/0002821 tanggal 16 Februari 2022 terkait alokasi BBM jenis bahan bakar tertentu atau solar alokasi untuk satu tahun di Wonosobo ada sebanyak 23.662 kiloliter. Sedangkan BBM khusus penugasan atau pertalite 18.279 kiloliter. Kemudian untuk LPG tiga kilogram kuotanya ada di angka 21.687 metrik ton.

“Sampai dengan detik ini, kami masih melakukan pemantauan, termasuk berkoordinasi dengan pertamina mengantisipasi barangkali ada kekurangan,” ungkapnya.

Menurut dia, secara umum kebutuhan masyarakat digolongkan dalam dua kategori yakni high season atau kebutuhan meningkat dibandingkan rata-rata dan low season atau kebutuhan menurun. Dua golongan itulah yang akan dijadikan ukuran untuk melakukan realokasi. Misal, di bulan Januari jatah realisasinya rendah, maka sisa jatah realisasi itu digeser di bulan high season atau bulan dengan kebutuhan tinggi.

“Seperti saat ini, Ramadan hingga pasca lebaran. Dimungkinkan naik ini di bulan April hingga Mei,” jelasnya.

Namun begitu pihaknya akan terus memantau ketersediaan BBM maupun LPG hingga beberapa bulan kedepan. Hal itu bertujuan agar ketika tutup tahun ada kekurangan maka pihaknya bisa langsung berupaya mencukupi kebutuhan.

“Kalau ada kekurangan ya kita akan melakukan upaya-upaya seperti menyurati pemerintah pusat terkait hal ini,”jelasnya.

Dia berharap tidak ada kekurangan atau masih dalam kategori aman, serta menghimbau kepada masyarakat khususnya masyarakat segmen menengah ke atas agar tidak ikut mengkonsumsi BBM maupun LPG subsidi.

“Akan menambah berat jika kalangan atas ikut membeli barang bersubsidi, dari alokasi yang sudah disediakan bisa jadi dimungkinkan tidak mencukupi,” pungkasnya. (gus)