Kenalkan Program Kementan, Polbangtan Boyong Aneka Inovasi di Sukoharjo Hybrid Expo

Kenalkan Program Kementan, Polbangtan Boyong Aneka Inovasi di Sukoharjo Hybrid Expo
Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang turut memeriahkan gelaran Sukoharjo Hybrid Expo yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, dengan memperkenalkan program Kementerian Pertanian (Kementan).

YOGYAKARTA, MAGELANGEKSPRES.COM – Dalam rangka memperkenalkan program Kementerian Pertanian (Kementan) kepada masyarakat lebih luas, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang turut memeriahkan gelaran Sukoharjo Hybrid Expo yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Helatan yang digelar empat hari ini sekaligus dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Sukoharjo

Kali ini stand Polbangtan Yogyakarta Magelang memamerkan berbagai produk inovasi olahan pangan hasil kreasi dari Mahasiswa, Mitra Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja, serta Kelompok Petani Milenial dan Kelompok Tani mitra binaan.

“Selain memperkenalkan profil Polbangtan Yogyakarta Magelang, kami juga memajang berbagai inovasi produk olahan pangan karya mahasiswa, petani milenial, dan mitra binaan lainnya. Ini salah satu jalan untuk memacu semangat mahasiswa dan petani milenial dalam berinovasi,” ujar Hermawan, Ketua Unit Penelitian dan Pengabdiaan Masyarakat Polbangtan Yogyakarta Megalang sekaligus penanggungjawab kegiatan pameran.

Tercatat lebih dari 50 jenis produk yang dipamerkan kepada pengunjung, mulai dari inovasi berbagai pupuk dan pestisida organik, briket limbah kotoran ternak, mie berbahan tepung mocaf, aneka olahan pangan lokal, dan produk Hortikultura serta florikultura. Turut diperkenalkan juga inovasi teknologi penyuluhan digital Si Juru Tani.

Hal ini sejurus dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang selalu mendorong perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian agar terus menelurkan inovasi-inovasi, khususnya di sektor pertanian.

“Sudah saatnya generasi muda milenial menjadi agropreneur pertanian yang inovatif, andal, dan profesional. Harus adaptif terhadap teknologi, semua orang bisa maju, bis setara, kecuali orang yang tidak mau,” jelasnya.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menyampaikan pentingnya meningkatkan SDM pertanian. Karena, SDM menjadi faktor pengungkit peningkatan produktivitas sektor pertanian, karenanya perlu ditingkatkan kapasitasnya.

“Penting sekali membangun SDM pertanian yang berkualitas, kreatif dan Inovatif,” ujarnya.

Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, Bambang Sudarmanto, yang turut hadir dalam pembukaan kegiatan berharap dengan mengikuti kegiatan pameran dan expo ini dapat membantu menyebarluaskan capaian-capaian program utama Kementerian Pertanian.

“Dengan adanya kegiatan ini harapannya bisa menghadirkan profil Kementerian Pertanian khususnya Polbangtan Yogyakarta yang semakin dekan kepada masyarakat dan sekaligus memberikan pengetahuan kepada masyarakat seputar dunia pertanian,” ujar Bambang.

Acara yang dibuka langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM RI, Tetan Masduki secara virtual ini juga diikuti oleh 110 stand yang terdiri dari industri dan perdagangan, pelayanan publik dan jasa, pariwisata dan ekonomi kreatif, pertanian dan perikanan, pendidikan, kesehatan, kerjanian, BUMN, dan multiproduk lainnya.(hms)