Efektif, PPKM Jilid 2 Dongkrak Kesembuhan Pasien Corona di Kota Magelang

PATUH. Pusat Kuliner Tuin van Java, Kota Magelang mematuhi PPKM dengan cara membatasi tempat duduk, dan menyarankan para pengunjung untuk take away

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid kedua di Kota Magelang, akan berakhir, Senin (8/2). Meski demikian, hingga saat ini belum ada instruksi yang lebih jelas terkait perpanjangan ataukah mengubah jenis pembatasan berbasis mikrozonasi, seperti yang diputuskan Pemerintah Pusat.

Selama PPKM sekitar satu bulan di Kota Sejuta Bunga, telah menunjukkan perkembangan yang positif. Dibanding angka kesembuhan pasien konfirmasi positif Covid-19 pertengahan Januari 2021 di kisaran 78 persen atau di bawah rata-rata nasional sekitar 82 persen, pada awal Februari ini jumlah pasien sembuh melonjak tajam.

Berdasarkan laman Covid19.magelangkota.go.id per Sabtu (6/2) angka kesembuhan mencapai 1.613 orang dari total pasien terpapar sebanyak 1.544 atau 87,47 persen. Sedangkan angka kematian turun menjadi 4,4 persen dibanding awal Januari lalu sebesar 5 persen.

Hingga saat ini, setidaknya ada 27 pasien Covid-19 masih menjalani perawatan di rumah sakit. Kemudian, 122 orang menjalani isolasi, 100 orang isolasi di rumah, isolasi di hotel sebanyak 22 orang, dan meninggal dunia 82 orang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Joko Budiyono mengatakan, alasan tren positif menangani kasus Covid-19 di Kota Magelang, membuat pihaknya tak menutup pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan lainnya. Dengan upaya tersebut pula diharapkan perekonomian masyarakat tetap stabil.

”Fasilitas publik itu tetap buka dengan pembatasan protokol kesehatan secara ketat. Kalau semula boleh buka pukul 17.00 WIB, khusus pasar tradisional sampai pukul 15.00 WIB saat pemberlakuan Jateng di Rumah Saja, sebagai wujud dukungan Pemkot Magelang,” kata Joko, kemarin.

Baca Juga
Komunitas Letter Hiasi Dinding Artos Mall

Joko menuturkan, kendati hari ini menjadi hari terakhir pelaksanaan PPKM, dia berharap protokol kesehatan tetap menjadi budaya dan kedisiplinan masyarakat. Sebab, dengan cara itu maka transmisi penularan Covid-19 di Kota Sejuta Bunga bisa ditekan.

Artikel Menarik Lainnya :  Istri Walikota Magelang Beri Motivasi PKK Bantu Tangani Pandemi

”Saat PPKM kemarin ternyata efektif di Kota Magelang, karena tingkat kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat tinggi. Tidak ada satupun usaha yang sampai ditutup, membuktikan kepatuhan mereka juga tinggi terhadap anjuran pembatasan ini,” ujarnya.

Dia berharap, meski PPKM tidak diperpanjang, atau diganti dengan PPKM mikro, kebiasaan pembatasan dan protokol kesehatan tetap diberlakukan. Ia pun mengimbau masyarakat tidak perlu bepergian jika tidak terlalu penting.

”Kita sudah zona oranye, dan mendekati kuning. Kita harapkan dengan tren bagus ini ke depan semakin landai, bahkan bisa zona hijau seperti Juni tahun 2020 lalu,” paparnya.

Di sisi lain capaian vaksinasi di Kota Magelang masih konsisten tinggi. Senin (8/2) bahkan sudah dijadwalkan vaksinasi dosis kedua.

”Yang dosis pertama kemarin, dari 3.630 yang kita data, yang hadir 3.508, sehingga tingkat partisipasinya mencapai 96,63 persen. Kemudian yang lolos uji dan divaksin ada 2.834 orang atau 80 persen. Sedangkan yang batal ada 673 orang karena tidak lolos uji skrining atau 15 persen,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang, dr Majid Rohmawanto.

Menurut Majid, ada banyak faktor sehingga seseorang gagal divaksin. Namun, dominasi di Kota Magelang, karena saat uji skrining, calon penerima vaksin sedang tidak sehat, tensi tinggi, atau mengalami demam.

”Faktor lain karena handphone mereka mati, sehingga tidak datang, ada yang pernah jadi penyintas Covid-19. Tapi yang terbanyak karena tidak lolos uji skrining dan pengisian aplikasi P-Care karena harus menjawab 16 pertanyaan secara jujur,” paparnya. (wid)