15 Kapal Terbakar, Kerugian Capai Rp45 M

Sejumlah kapal terbakar dari dini hari sampai siang hari. Wali Kota Tegal Dedy Yon sempat melihat kejadian kapal terbakar, kemarin.
TERBAKAR – Sejumlah kapal terbakar dari dini hari sampai siang hari. Wali Kota Tegal Dedy Yon sempat melihat kejadian kapal terbakar, kemarin.

TEGAL, MAGELANGEKSPRES.COM – Sedikitnya 15 kapal yang tengah bersandar di sekitaran kolam galangan kapal PT Tegal Shipyard Utama, Kota Tegal, Rabu (17/11) dini hari, pukul 01.30 ludes terbakar. Kabakaran masih terjadi hingga pukul 09.00 WIB. Ditaksir, kerugian yang dialami oleh nelayan maupun pemilik kapal mencapai Rp45 miliar.

Menurut warga di sekitar lokasi, Tambari Gustam, kapal perikanan yang terbakar awalnya hanya satu kapal. Kemudian menjalar ke kapal lainnya. Belasan kapal yang ludes dilalap si jago merah itu rata-rata berukuran 30 gross tonnage (GT).

”Sebagian kapal yang terbakar merupakan kapal yang sedang mengantre perbaikan. Ada juga yang sedang menunggu pengisian solar. Hanya saja, evakuasi mengalami kesulitan karena akses jalan, sehingga kejadian dini hari sampai pagi ini belum padam,” katanya Rabu (17/11).

Kapolres Tegal Kota AKBP Rahmad Hidayat mengatakan, ada sebanyak 15 kapal yang terbakar. Posisi kapal sedang dalam perbaikan. Bahkan ada kapal yang sudah selesai diperbaiki dan siap melaut. ”Kalau untuk penyebab masih dalam penyelidikan. Kami menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 02.00 WIB,” tegasnya.

Rahmad mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran tersebut. Sementara api sampai siang hari masih berusaha dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran.  Total ada sebanyak 10 mobil pemadam kebakaran. Lima mobil pemadam dari Kota Tegal, tiga dari Kabupaten Tegal, dan dua dari Kabupaten Brebes. Petugas pemadam kebakaran kesulitan karena akses jalan menuju lokasi sulit ditempuh.

”Saat ini (kemarin) kami masih berusaha memadamkan api yang masih terus menyala. Kondisi kapal yang terbuat dari kayu dan beberapa material ini membuat mudah terbakar,” jelasnya.

Sementara itu, Satpam sekaligus saksi mata, di lokasi kejadian, Rofi’i mengaku mengetahui ada api pertama kali dari temannya yang sama-sama mendapatkan tugas jaga. ”Saat itu, saya sedang buang air besar (BAB) di toilet. Kemudian temanya yang sedang berkeliling berteriak jika ada api di salah satu kapal. Saya buru-buru, saat keluar api sudah sedikit membesar,”  kata Rofii.

Artikel Menarik Lainnya :  50 Pengusaha Dilatih jadi Digital Preneur

Rofi’i sempat berusaha memadamkan api dengan naik ke kapal saat api masih belum besar dan masih di satu kapal. ”Saya juga sempat mengambil pakaian basah tidak terpakai untuk memadamkan api. Tahu-tahu ada solar menyembur dan api pun membakar mengenai lengan tangannya. Kini lengan kanannya justru mendapatkan luka bakar,” akunya.

Rofi’i mengaku tidak tahu penyebab kebakaran tersebut. Namun api berasal dari salah satu kapal. Sementara saat terjadi kebakaran, tidak ada ledakana atau suara apapun. ”Saya kurang tahu penyebabnya. Tetapi tidak ada suara apa-apa. Tahu-tahu ada api,” jelasnya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal Riswanto mengatakan, ada sebanyak 15 kapal perikanan yang mengalami musibah kebakaran. ”Masing-masing kapal kerugiannya diperkirakan mencapai Rp3 miliar. Jika dirata-rata, dari 15 kapal perikanan total kerugian sekira Rp45 miliar,” jelasnya. (gus/fat)