Yuli Hastuti: Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama PMI

SEDERHANA. Tasyakuran HUT ke-77 PMI berlangsung sederhana ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua PMI Purworejo Yuli Hastuti di aula PMI setempat, kemarin malam. (Foto: eko)
SEDERHANA. Tasyakuran HUT ke-77 PMI berlangsung sederhana ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua PMI Purworejo Yuli Hastuti di aula PMI setempat, kemarin malam. (Foto: eko)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Para pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purworejo diajak untuk melaksanakan amanah dan kegiatan dengan penuh keikhlasan, profesional, transparan, dan akuntabel.

Hal itu penting untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat yang menjadi modal utama bagi PMI agar mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

Ajakan itu disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Purworejo yang juga Ketua PMI Kabupaten Purworejo, Yuli Hastuti SH, dalam acara Tasyakuran Hari Ulang Tahun ke-77 PMI di Aula PMI Kabupaten Purworejo, Selasa 20 September 2022 malam.

Tasyakuran berlangsung sederhana ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng yang disaksikan dihadiri oleh para Pengurus PMI Kabupaten Purworejo, Pembina PMR Mula, Madya, Wira, serta para Relawan PMI lainnya.

“Pada kesempatan HUT PMI tahun ini, saya sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada relawan, karyawan, pengurus serta jajaran PMI di semua tingkatan, atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini. Marilah kita melaksanakan amanah dan kegiatan di PMI dengan penuh keikhlasan, profesional, transparan dan akuntabel, sehingga mendapatkan kepercayaan dari masyarakat yang merupakan modal utama bagi PMI agar mendapatkan dukungan dari berbagai pihak,” ajaknya.

Menurut Yuli Hastuti mengatakan, PMI dibentuk Pemerintah Rl sebagai kelengkapan negara di bidang kemanusiaan pada 17 September 1945 atau tepat satu bulan setelah kemerdekaan bangsa ini.

PMI sesuai dengan amanat Undang-Undang No 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan menjalankan berbagai kegiatan kepalangmerahan antara lain penanganan bencana, penanganan konflik, penyediaan darah yang aman dan sehat, penanganan masalah kesehatan sosial serta  pendidikan, dan  pelatihan  dalam  rangka  pembinaan  generasi  muda  dan tugas-tugas kemanusiaan lainnya.

PMI Kabupaten Purworejo, lanjutnya, telah melaksanakan peran penting dalam penanggulangan korban bencana alam.

“Maka diharapkan peran ini dapat lebih ditingkatkan lagi, sehingga mampu bersinergi dengan instansi lain dalam memberi pertolongan secara optimal maupun menangani setiap bencana yang kemungkinan akan terjadi,” ungkapnya.

Mengutip sambutan tertulis Ketua PMI Pusat Dr Drs HM Jusuf Kalla, sejatinya filosofi PMI adalah seperti tangan di bawah dan tangan di atas. Tangan di bawah karena PMI menerima bantuan dari berbagai masyarakat, baik perusahaan, lembaga atau instansi maupun perorangan.

Seementara tangan di atas karena seluruh sumber daya atau bantuan yang diperoleh atau disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan, baik di dalam maupun di luar negeri.

Dengan berpegang pada prinsip- prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, yakni Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan dan Kesemestaan.

“Karena itu saya sangat berterima kasih kepada semua jajaran dan relawan di PMI Kabupaten Purworejo ini atas dedikasi dan perjuangannya,” tandasnya. (top)