YAKKUM Luncurkan Buku Panduan Fasilitasi Desa Inklusi

Pusat Rehabilitasi YAKKUM meluncurkan “Buku Panduan Fasilitasi Desa Inklusi” di Pendopo Kabupaten Purworejo
PELUNCURAN. Pusat Rehabilitasi YAKKUM meluncurkan “Buku Panduan Fasilitasi Desa Inklusi” di Pendopo Kabupaten Purworejo

MAGELANGEKSPRES.PURWOREJO – Pusat Rehabilitasi YAKKUM Yogyakarta meluncurkan “Buku Panduan Fasilitasi Desa Inklusi”, Rabu (7/4). Adanya buku tersebut diharapkan mendorong desa-desa untuk bergerak memberikan ruang partisipasi bagi disabilitas sehingga disabilitas mampu berdaya meningkatkan kapasitas, akses sosial dan partisipasinya dalam pembangunan desa.

Peluncuran berlangsung secara Luring dan Daring di Pendopo Kabupaten Purworejo ditandai dengan penyerahan buku kepada Pemerintah Kabupaten Purworejo yang diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Agus Ari Setiyadi SSos, perwakilan kepala desa, serta organisasi disabilitas yang hadir. Dalam kesempatan itu juga dilakukan bedah buku bersama sejumlah narasumber, antara lain Triwahyuni Suci Wulandari (salah satu penulis buku) dan Jaimun (Program Manager Pusat Rehabilitasi YAKKUM).

Jaimun menyebut, penyusunan hingga penerbitan buku tersebut merupakan rangkaian dari program pemberdayaan disabilitas dan desa yang sudah dilakukan YAKKUM sejak 2014. Bekerja sama dengan Pemkab Purworejo, YAKKUM telah mendorong pemberdayaan ekonomi bagi disabilitas melalui pembentukan Organisasi Penyandang Disabilitas (DPO) di 10 Kecamatan di Kabupaten Purworejo untuk menjadi motor penggerak advokasi akses layanan disabilitas dan mewujudkan Purworejo yang lebih inklusif bagi disabilitas.

Lewat Program Desa Inklusif yang didukung oleh Light For The World sejak tahun 2019, YAKKUM juga mendampingi 50 desa untuk lebih mengikutsertakan warga disabilitas dalam rencana pembangunan desa.

“Buku ini menjadi bagian dari project Desa Inkulusi. Agar tercipta suasana inkulusi sehingga tidak ada perbedaan lagi, disabilitas tidak hanya jadi objek pembangunan, melainkan juga subjek pembangunan,” sebutnya.

Rencananya, buku akan didistribusikan ke sejumlah DPO serta desa-desa di wilayah Jawa Tengah dan DIY, khususnya yang menjadi desa binaan YAKKUM.

“Buku ini menjadi referensi agar desa-desa mampu memberikan ruang partisipasi bagi disabilitas. Dengan ruang partisi yang baik di desa, disabilitas mampu meningkatkan tingkat partisipasi sosial yang nantinya mampu mendukung pembangunan di daerah. Tidak hanya di Purworejo, melainkan di wilayah-wilayah lain di Indonesia,” ungkapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Bupati Purworejo Wadul Soal Wadas, Ini Tanggapan Ganjar

Triwahyuni Suci Wulandari menjelaskan, Buku Panduan Fasilitasi Desa Inklusif memuat prosedur kerja yang senantiasa bersifat sinergistik lintas pemangku kepentingan sekaligus berfokus pada upaya menumbuhkan gagasan dalam diri warga desa yang inovatif menuju terwujudnya desa yang kuat, maju, mandiri, dan demokratis. Menurutnya, ada 3 jalan dalam memenuhi Indikator Desa Inklusi. Salah satunya yakni Jalan Kebudayaan, dimana upaya penguatan nilai inklusi sosial sebagai cara pandang dan perilaku warga desa, misalnya gotong-royong dalam membuat bangunan publik. Dalam buku juga dicantumkan mengenai Kelembagaan Desa yang Inklusif, dimana seharusnya disabilitas bisa menjadi kepala desa, perangkat desa, kepala dusun, maupun pemangku jabatan yang lain.

“Harapan kami, launching buku ini dapat ditindak lanjuti dan didorong kembali oleh Pemerintah Daerah agar masuk ke RKPDes. Disabilitas sebenarnya bisa kita angkat lewat pemberdayaan karena program desa bisa didanai oleh APBDes,” jelasnya.

Sementara itu, Agus Ari Setiyadi mengapresiasi langkah YAKKUM dalam mendampingi warga rentan di desa-desa hingga peluncuran buku. Menurutnya, Desa Inklusi merupakan salah satu program prioritas pemerintah. Desa inklusi merupakan sebuah kebutuhan, bukan suatu tren yang baru atau asing.

“Pemberdayaan unsur-unsur itu yang paling ideal dan optimal ya melalui pemerintahan paling bahwah, yakni desa,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, buku dapat dimanfaatkan oleh semua masyarakat, tidak hanya pemerintah desa. Hal itu agar masyarakat tahu bahwa dalam menyusun program-program apapun, baik perencanaan pembangunan maupun penganggaran, dapat dan patut melibatkan semua komponen yang ada di masyarakat.

“Mudah-mudahan buku ini bisa jadi panduan untuk memberdayakan semua disabilitas di seluruh desa di Kabupaten Purworejo,” tegasnya. (top)