Woro-woro! Pengunjung Candi Borobudur Wajib Pakai Sandal Upanat

SANDAL. Uji coba sandal Upanat di lantai Candi Borobudur oleh peserta Workshop Pembuatan Sandal Khusus Upanat Borobudur.
SANDAL. Uji coba sandal Upanat di lantai Candi Borobudur oleh peserta Workshop Pembuatan Sandal Khusus Upanat Borobudur.

BOROBUDUR, MAGELANGEKSPRES.COM – Uji coba Sandal (alas kaki) Upanat, digelar di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Hal tersebut sebagai salah satu bentuk upaya untuk menyelamatkan bahasa keausan lantai Candi Borobudur.

Koordinator Kelompok Kerja Pemeliharaan Kawasan Cagar Budaya (KCB) Borobudur, Balai Konservasi Borobudur, Bramantara mengatakan, Upanat atau alas kaki yang saat ini berwujud sandal dengan alas yang lunak, merupakan pengejawantahan atau terinspirasi dari relief nomor 150 di Karmawibhangga Candi Borobudur.

“Upanat merupakan persembahan Dewa, persembahan tersebut berwujud alas kaki. Kalau melihat dari relief dan pahatan prasasti, Upanat, merupakan persembahan alas kaki. Hal itu yang diupayakan sebagai instrumen untuk mencegah aus nya batu Candi Borobudur, khususnya pada bagian lainnya,” terang Bramantara saat uji coba kemarin (7/10).

Adapun sandal yang diujicobakan tersebut merupakan karya dari peserta Workshop Pembuatan Sandal Khusus Upanat Borobudur. Workshop digelar oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan tekonogi, melalui Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatkan Kebudayaan, kerjasama dengan Balai Konservasi Borobudur. Dengan peserta UMKM perajin sandal perwakilan 20 desa se Kecamatan Borobudur.

Salah satu peserta pelatihan Mei Efendi, yang merupakan perwakilan UMKM perajin sandal dari Dusun Brojonalan Desa Wanurejo Kecamatan Borobudur Magelang mengatakan, setelah mendapat pelatihan mulai 4 September 2021, kemudian hasil karya pelatihan tersebut diuji cobakan.

“Peserta pelatihan langsung mecoba sandal hasil karyanya, dibawah bimbingan Balai Konservasi Borobudur, dan sandal digunakan disemua lantai Candi Borobudur. Secara fisik sandal dikemas tradisional dengan karung goni, namun alas sandal menggunakan spon hati yang paling lunak. Sehingga yang akan aus adalah alas sandalnya. Namun saat ini sifatnya masih uji coba, sebelum diterapkan pasa wisatawan,” tutur Fendi.(cha)

Artikel Menarik Lainnya :  Capaian Vaksinasi Baru 31,69 Persen, Pemkab Magelang Kejar Target hingga 70 Persen