Wonosobo Menjadi Penyumbang Angka Tidak Sekolah Tertinggi di Jateng, Cek Jumlahnya

Wabup Wonosobo, Muhammad Albar, serahkan surat rekomendasi kepada PKBM An Nidhzom Desa Tlogo Garung
SURAT. Wabup Wonosobo, Muhammad Albar, serahkan surat rekomendasi kepada PKBM An Nidhzom Desa Tlogo Garung.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Wonosobo, diharap membantu pemkab untuk menaikkan angka lama sekolah. Hal tersebut untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Angka rata lama sekolah kita masih rendah. Bahkan Wonosobo menjadi penyumbang angka tidak sekolah tertinggi di Jawa Tengah (Jateng),” ungkap Wabup Wonosobo, Muhammad Albar, usai penyerahan surat rekomendasi kepada PKBM An Nidzom Garung, Selasa (28/6/2022).

Menurut Gus Albar, di Wonosobo masyarakat yang tidak sekolah cukup tinggi. Sehingga, minta kepada PKBM lebih dioptimalkan lagi agar bisa menampung masyarakat yang belum memiliki ijazah.

Kemudian agar bisa dialihkan dan diberikan pendidikan sebagai bentuk kepedulian dan sumbangsih terhadap bangsa dan negara ini bagi dunia pendidikan.

“PKBM-PKBM bisa lebih digiatkan lagi agar bisa menampung masyarakat yang belum memiliki ijazah, agar bisa dialihkan dan diberikan pendidikan sebagai bentuk kepedulian dan sumbangsih terhadap dunia pendidikan,” ungkapnya.

Selain itu bagi madrasah diniyah dan ponpes pihaknya juga berharap bisa menambahkan pendidikan kesetaraan ini di dalam lembaganya masing-masing.

Selain ngaji juga ada pendidikan formal, walaupun melalui lembaga kesetaraan. Harapannya mutu pendidikan masyarakat secara menyeluruh baik dari kualitas dan kuantitas pendidikannya bisa ditingkatkan.

Sementara itu, Kabid PAUD, Dikmas, Pemuda dan Olahraga, Harjanto mengatakan, PKBM diharapkan bisa membantu pemerintah daerah dalam upaya mengentaskan angka tidak sekolah.

“Kami berharap, karena tingginya angka tidak sekolah di Wonosobo ini menjadi keprihatinan bagi kita semua. Dengan tambahnya PKBM ini bisa membantu pemerintah daerah,” ucapnya.

Harjanto mengungkapkan angka tidak sekolah berdasarkan data Kemendikbud menyebutkan ada 3.500 orang. Namun, yang sudah diverifikasi dan menyatakan melanjutkan sekolah ada 600 orang. Dari jumlah tersebut menurutnya akan dituntaskan melalui jalur formal dan informal.

“Dan hari ini baru dilakukan tahap verifikasi dari masing-masing PKBM. Dari informasi tersebut, PKBM diminta jemput bola agar bisa dijaring di lembaganya masing-masing,” bebernya. (gus)