Wonosobo Masih Mengkaji Penerapan PSBB, Terkonfirmasi Positif 29

PERKETAT. Posko perbatasan perketat arus orang dan barang yang keluar masuk ke Kabupaten Wonosobo.
PERKETAT. Posko perbatasan perketat arus orang dan barang yang keluar masuk ke Kabupaten Wonosobo.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Pemkab Wonosobo belum berani menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di kabupaten pegunungan ini. Sejumlah dampak sedang dikaji oleh tim dari gugus tugas terkait penerapan tersebut.

Padahal, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mendorong Pemkab Wonosobo untuk mengambil langkah cepat, setelah Dinkes Provinsi menetapkan sebagai salah satu zona merah di provinsi tersebut.

“Masih kita kalkulasi, kita kaji dulu untuk PSBB, gugus tugas akan memperketat pembatasan jarak fisik dan sosial, ” ungkap Sekretaris Daerah Wonosobo, One Andang Wardoyo, kemarin.

Menurutnya, pertimbangan utama pemkab belum memberlakukan kebijakan PSBB, karena ada beberapa hal. Itu butuh pertimbangan matang.

“Karena masih mempertimbangkan dan mengkaji soal sosial ekonomi, kita hitung dengan benar, tidak sembarangan,” tandasnya.

Saat ini, pihaknya masih memilih jalur pengaturan tata kelola perdagangan. Namun dengan memperketat sosial distancing dan jarak fisik.

“Di sektor perdagangan kita perketat, sehingga belum perlu PSBB. Kita belum ada bayangan antisipasi terhadap dampak sosial ekonomi, yang akan timbul” ujarnya.

Berkaitan dengan analisa sementara dari pemkab terhadap dampak sosial ekonomi yang mungkin timbul jika PSBB dilakukan diantaranya ketersediaan dan stok bahan pokok, Idul Fitri dan gangguan kamtibmas.

“Kita harus memastikan dulu tiga hal itu, jika mau gelar PSBB. Intinya kita masih menilai kemampuan hidup masyarakat selama PSBB dan efektivitasnya,” ucap Andang.

Sementara itu, Jubir Gugus Tugas Covid 19, dr. Mohamad Riyatno menegaskan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya jumlah pasien terkonfirmasi sudah mencapai 29 orang di Wonosobo.

“Masyarakat harus tingkatkan kewaspadaan, ikuti anjuran pemerintah, jumlah kasus covid 19 terus meningkat, ” katanya.

Data sementara perkembangan corona di Wonosobo meliputi, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 2222, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 104 orang dan pasien positif sebanyak 29 orang.(gus)