Wonosobo Dikepung Longsor, Akses Jalur Penghubung Kecamatan Sapuran dan Kalikajar Tertutup

Longsor besar menutup jalur utama penghubung Kecamatan Sapuran dan Kalikajar di Desa Banyumudal kemarin.
JALUR UTAMA. Longsor besar menutup jalur utama penghubung Kecamatan Sapuran dan Kalikajar di Desa Banyumudal kemarin.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Wonosobo selama tiga hari terakhir memicu sejumlah longsor di beberapa kecamatan. Masyarakat Wonosobo diminta untuk waspada dan proaktif mengawasi lingkungan sekitar tempat tinggal

“Sejumlah titik longsor dalam berbagai skala muncul dalam beberapa hari ini. Pemicunya hujan deras dengan intensitas tinggi dan durasi waktu yang cukup lama. Terkait hal itu warga harus tingkatkan kewaspadaan,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo Bambang Triyono, kemarin.

Menurutnya, hampir semua kecamatan di Kabupaten Wonosobo telah melaporkan adanya longsor akibat hujan deras belakangan ini. meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun longsor telah mengganggu kegiatan sosial ekonomi warga dan juga mengakibatkan kerusakan  tempat tinggal dan fasilitas umum.

“Longsor berskala besar terjadi Desa Banyumudal Kecamatan Sapuran. Longsor besar menutup akses jalur penghubung antar Kecamatan Sapuran dan Kalikajar,” katanya.

Pihaknya mengaku BPBD bersama dengan relawan dan aparat TNI-Polri telah bergerak melakukan upaya penyingkiran material dari badan jalan, agar bisa dilalui kembali oleh warga setempat.

“Puluhan relawan bersama aparat sudah di lokasi membantu penyingkiran material, material longsor cukup luas, kemungkinan membutuhkan waktu cukup lama. Selain itu posisi juga di kaki gunung, sehingga susah untuk mendatangkan alat berat,” ucapnya

Selain itu, longsor juga terjadi di jalan provinsi, perbatasan Wonosobo dengan Kabupaten Magelang, tepatnya di bukit Potorono kilometer 16 Desa Ropoh Kecamatan Kepil. Perbukitan tersebut memang rawan longsor, setiap musim hujan selalu muncul kejadian tersebut.

“Untuk jalur di bukit Potorono ini bibir jalan longsor, sehingga berbahaya bagi pengguna jalan. Utamanya yang membawa muatan berat, kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait agar memberikan tanda di sekitar jalur tersebut,” ucapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Wonosobo Raih Terbaik ke-5 Nasional Hal Pengelolaan Dokumen Informasi Hukum

Hujan deras juga telah mengakibatkan senderan longsor di Dusun Silandak Desa Slukatan Kecamatan Mojotengah ambrol. Material senderan setinggi 15 meter menutup sebagai badan jalan sehingga mengganggu kegiatan warga.

“Selain melakukan pembersihan material, kita lakukan monitoring untuk memastikan kondisi lingkungan aman. Sebab jika muncul longsor susulan bisa mengancam warga setempat,” katanya.

Dikatakan Bambang, berdasarkan prakiraan cuaca BMKG pada minggu ini terdapat potensi cuaca ekstrim hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di di Kabupaten Wonosobo, bahkan durasi hujan bisa berlangsung hingga 6 jam.

“Masyarakat kami imbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem. Dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin,” katanya.

Selain itu, BPBD juga akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa meminta kepada masyarakat untuk menjauh dari bantaran sungai, tubuh air atau wilayah rawan banjir, serta lereng yang rawan longsor.(gus)