Wisata Air di Kabupaten Magelang Belum Boleh Beroperasi

WISATA. Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Disporapar Provinsi Jawa Tengah, Purwanto, menerangkan syarat destinasi wisata bisa dibuka ada masa new normal.
WISATA. Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Disporapar Provinsi Jawa Tengah, Purwanto, menerangkan syarat destinasi wisata bisa dibuka ada masa new normal.

MAGELANGEKSPRES.COM,BOROBUDUR – Pada masa new normal dengan penerapan protokol kesehatan, destinasi wisata sudah diperbolehkan buka dengan syarat tertentu. Namun untuk jenis wisata air belum diperkenankan buka. Yang dimaksud dengan wisata air tersebut adalah kolam renang.

“Wisata air sementara masih ditutup selama pandemi covid 19 ini, sesuai dengan Instruksi Gubernur Jateng Nomor 2 Tahun 2020,” kata Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Disporapar Provinsi Jawa Tengah, Purwanto, Selasa (25/8/2020), dalam kegiatan Gerakan BISA di Balkondes Bumiharjo, Borobudur Kabupaten Magelang.

Pihaknya masih melakukan kajian melalui Dinas Kesehatan. Adapun untuk lingkup Jawa Tengah, menurut Purwanto, sudah buka kembali obyek wisata non wisata air, sebanyak 200 tempat dari 500 tempat wisata se Jawa Tengah.

“Sekitar 54 persen obyek wisata di Jawa Tengah sudah buka. Sesuai standar operasional prosedur (SOP) “Njagani Plesiran” yang merupakan program Provinsi Jawa Tengah, mewajibkan obyek wisata harus taat SOP protokol kesehatan. Diantaranya untuk bisa buka harus melakukan simulasi protokol kesehatan minimal dua kali. Selain itu kunjungan wisatawan juga dibatasi 50 persen,” papar Purwanto.

Ditambahkan, apabila ada pelanggaran pengelola obyek wisata akan mendapat teguran.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata, Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Nur Supindahwati, mengatakan, untuk Kabupaten Magelang terdapat 210 destinasi, saat ini 35 daya tarik wisata di Kabupaten Magelang sudah dibuka.

Untuk dapat dibuka kembali, harus memenuhi syarat dan mendapatkan rekomendasi dari gugus tugas.

Pengelola harus sesuai SOP, melakukan simulasi dan dilaksanakan evaluasi, kemudian di uji coba dan hasil rekomendasi bisa keluar.

“Yang masih belum mendapat rekomendasi adalah obyek wisata air, khususnta kolam renang. Untuk destinasi wisata air terjun, seperti Kedung Kayang, sudah dibuka, tetapi pengunjung tidak boleh berenang ditempat tersebut, hanya boleh menikmati keindahan alamnya saja,” papar Nur.(cha)

Artikel Menarik Lainnya :  Sambut DSP Borobudur, DPRD Kabupaten Magelang Himpun Data Pariwisata