Webinar Unimma Temukan Sains Jadi Alternatif Atasi Kelangkaan Minyak Goreng

WEBINAR. Unimma menggelar webinar dengan pokok pembelajaran pemanfaatan sains untuk kebutuhan kehidupan, kemarin.(foto : IST/magelang ekspres)
WEBINAR. Unimma menggelar webinar dengan pokok pembelajaran pemanfaatan sains untuk kebutuhan kehidupan, kemarin.(foto : IST/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM-Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) kembali mengadakan webinar pembelajaran sains, kemarin. Webinar ini menjadi yang kesekian kalinya untuk mendukung Merdeka Belajar.

Ketua Prodi PGSD Unimma Agrissto Bintang Aji Pradana MPd mengatakan, sebelumnya webinar dengan akar mata kuliah Konsep Dasar IPS dan Konsep Dasar PKN sukses digelar.
“Kali ini webinar mata kuliah Konsep Dasar IPA yang diampu oleh Dhuta Sukmarani, MSi diadakan, dengan mengusung tema ‘Pembelajaran Sains Berbasis ETNO-STEAM untuk Mendukung Merdeka Belajar’,” katanya.

Para peserta, kata dia, adalah mahasiswa semester 2, 4, dan 6 dari PGSD Unimma, dan semester 4 dari PGSD Universitas Islam Blitar (Unisba). Webinar turut menghadirkan Dwi Kameluh Agustina SSi MPd dari Pendidikan Biologi Unisba sebagai pemateri.

Dalam paparannya dengan judul “Pembelajaran Sains Berbasis Budaya Kearifan Lokal” Dwi mengatakan bahwa terdapat tiga pendekatan untuk memperdalam pembelajaran sains, yaitu Pendekatan Kemampuan Berpikir, Pendekatan Kemampuan Kreatif, dan Scientific Approach.

“Budaya lokal sendiri juga bisa digunakan sebagai media pembelajaran sains dengan menggunakan keragamannya pada proses pembelajaran. Adapun salah satu bentuk penerapan pembelajaran budaya lokal sebagai media pembelajaran sains dalam tema SDA yaitu pembuatan minyak kelapa secara tradisional oleh Ibu-ibu untuk mengatasi kelangkaan minyak,” jelasnya.

Lebih lanjut, peran pendidikan dalam pemanfaatan potensi lokal pada pembelajaran sains dapat dilakukan dengan cara Enkulturasi, Asimilasi, maupun Akulturasi.

Sementara itu, materi kedua Ari Suryawan MPd, Dosen PGSD Unimma menyebut bahwa STEAM merupakan akronim dari Science, Technology, Engineering, Arts and Mathematics. STEAM adalah sebuah pendekatan kolaboratif untuk mendorong peserta didik agar mampu berpikir luas mengenai masalah yang ada pada dunia nyata.

“STEAM berkembang mengikuti kebutuhan zaman yang bertujuan untuk memberi kenyamanan dan bantuan yang efektif bagi masyarakat. Adapun manfaat adanya pembelajaran STEAM adalah Berpikir kritis, pemunculan ide, sesuai zaman, observasi, dan inovasi,” tuturnya. (wid)