Waspadai Bencana, Potensi Hujan di temanggung Masih Tinggi

GOTONG ROYONG. Masyarakat dibantu anggota tim SAR BPBD Temanggung sedang melakukan gotong royong membersihkan material longsoran di Kecamatan Gemawang beberapa waktu lalu.(Foto:doks BPBD Temanggung)
GOTONG ROYONG. Masyarakat dibantu anggota tim SAR BPBD Temanggung sedang melakukan gotong royong membersihkan material longsoran di Kecamatan Gemawang beberapa waktu lalu.(Foto:doks BPBD Temanggung)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Meskipun saat ini telah memasuki akhir bulan Mei, namun potensi terjadi hujan masih cukup tinggi. Oleh karena itu masyarakat tetap diminta untuk semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap kejadian bencana alam.

“Biasanya memang ketika akhir bulan Mei dan memasuki bulan Juni intensitas hujan susah mulai menurun, namun untuk tahun ini potensi hujan masih cukup tinggi,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung Toifur Hadi, kemarin.

Menurutnya, tingginya potensi hujan yang masih akan terjadi pada bulan-bulan ini, membuat potensi terjadinya bencana alam juga masih cukup tinggi.

Apalagi lanjutnya, bagi desa atau daerah yang berada di wilayah pegunungan dan perbukitan, hujan dengan intensitas yang tinggi akan berpotensi menyebabkan tanah longsor.

Sebab katanya, dengan curah hujan yang masih tinggi, tanah-tanah yang labil masih berpotensi longsor jika diguyur hujan dengan waktu yang lama dan intensitas hujan yang tinggi.

“Seluruh masyarakat yang tinggal di wilayah sekitar lereng dan tebing mewaspadai potensi terjadinya bencana tanah longsor,” ujarnya.

Ia berpesan masyarakat wajib terus mewaspadai potensi terjadinya bencana tanah longsor, baik intensitas kecil, sedang maupun besar. Terlebih apabila di wilayah pemukimannya banyak tebing dan perang.

Lanjut Toifur, potensi terjadinya tanah longsor biasanya semakin besar saat, maupun usai terjadinya hujan dengan intensitas cukup lebat.

Pasalnya, kondisi tanah sudah jenuh akan air, sehingga tak lagi mampu menahan derasnya hujan. Namun yang paling berbahaya adalah apabila material longsor menimpa pemukiman warga atau bahkan menutup badan jalan, sehingga memutus akses perlintasan utama.

“Kalau sampai menutup akses perlintasan utama masyarakat yang hendak keluar dan masuk wilayahnya atau dalam kata lain terisolir. Jelas ini membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat,” katanya.

Sebenarnya lanjut Toifur, bencana alam bisa terjadi dan mengancam masyarakat di mana saja, hanya saja potensi terbesar saat musim penghujan seperti ini bencana tanah longsor.

“Semua masyarakat wajib meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam, sebab bencana alam bisa terjadi di mana dan kapan saja,” pesannya. (set)