Waspada! Kasus Covid-19 di Kota Magelang Terus Bertambah

UPDATE. Dinas Kesehatan Kota Magelang merilis data terbaru perkembangan kasus Covid-19 yang mengalami kenaikan tiga pekan pascalibur lebaran.(foto : IST/magelang ekspres)
UPDATE. Dinas Kesehatan Kota Magelang merilis data terbaru perkembangan kasus Covid-19 yang mengalami kenaikan tiga pekan pascalibur lebaran.(foto : IST/magelang ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Angka penularan Covid-19 Kota Magelang kembali bertambah. Data terakhir tanggal 6 Juni 2021, terdapat konfirmasi baru sebanyak 7 orang. Dengan demikian, total kasus di Kota Sejuta Bunga telah mencapai 2.340 orang.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Magelang, dr Intan Suharyanti mengatakan, dari total kasus, sebanyak 2.150 orang dinyatakan sembuh. Kemudian, dirawat ada 34 orang, isolasi di rumah 47 orang, dan meninggal dunia 109 orang.

Kendati mengalami kenaikan jumlah pasien yang dirawat, namun dr Intan memastikan ketersediaan rumah sakit rujukan masih memenuhi syarat. RSUD Tidar dengan kapasitas 94 tempat tidur isolasi, masih memiliki ketersediaan 50 tempat tidur (TT).

Lalu, RST dr Soedjono yang memiliki 68 TT pasien Covid-19, masih tersisa 43 TT. Kemudian, RSJP Prof Dr Soerojo merawat 1 pasien konfirmasi positif berasal dari Kota Magelang dan 10 pasien berasal dari luar daerah. Kapasitas yang tersedia sampai saat ini masih 109 TT. Sementar di RSUD Budi Rahayu merawat 32 pasien Covid-19 terdiri dari 19 konfirmasi positif, dan 1 kontak erat, sehingga masih tersedia 9 TT.

Kenaikan konfirmasi positif Covid-19 ini tidak semata disebabkan karena mobilitas warga yang tinggi selama libur lebaran lalu. Sebab, Satgas Covid-19 juga menambah tracing dan testing tiap pekannya.

Semula target mingguan hanya 112 orang. Pada 9-15 Mei naik 195 persen, 16-22 Mei naik 372 persen, dan 23-29 Mei naik menjadi 391 persen.”Pertama kita rapid antigen dulu, kalau hasilnya positif kita lanjutkan dengan pemeriksaan PCR. Hasil PCR inilah yang kami pakai,” ungkapnya.

Dari pemeriksaan itu, pada minggu ke-20 jumlah kasus Covid-19 yang ditemukan ada 14, dengan tiga kasus meninggal. Kemudian minggu ke-21, naik menjadi 23 kasus, dengan 1 kasus kematian. Pasien Covid-19 itu ada yang dirawat di rumah sakit. Lalu, 50 orang memilih isolasi mandiri di rumah.

Artikel Menarik Lainnya :  Mayoritas Destinasi Wisata di Kabupaten Magelang Rawan Bencana

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Joko Budiyono membenarkan bahwa belakangan terjadi kenaikan meski tidak terlalu signifikan. Penyebabnya tidak semata karena mobilitas warga yang tinggi semasa libur lebaran kemarin, tetapi dari Satgas Covid-19 memang menaikkan upaya tracing dan test.

“Test kami tambah, sekarang sudah menjadi 300 persen dari standar WHO. Artinya, ada kenaikan pelacakan dari kami pascalibur lebaran,” ujarnya.

Ia berharap, masyarakat Kota Magelang tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Sebab menurut dia, virus corona masih bisa menulari terhadap orang yang telah divaksin.

“Oleh karena itu, penting bagi siapapun untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Vaksin tidak menjamin seseorang terbebas Covid-19. Yang paling tepat, pencegahan menggunakan protokol kesehatan,” tuturnya.

Berdasarkan data Pemkot Magelang, sebaran per RT terdiri dari 0 persen zona merah, 2 RT zona oranye, 37 zona kuning, dan 993 RT zona hijau.

“Persentase RT di Kota Magelang didominasi zona hijau ada 993 RT atau 96,22 persen, 3,59 persen RT kuning, 0,19 persen RT oranye, dari total sebanyak 1.032 RT di Kota Magelang,” imbuh Joko. (wid)