Warga Dumpoh Menanti Program WiFi Gratis Pemkot Magelang

KWT Manunggal, Dumpoh, Potrobangsan sering dijadikan tempat studi mahasiswa Untidar.
STUDI. KWT Manunggal, Dumpoh, Potrobangsan sering dijadikan tempat studi mahasiswa Untidar.

Kampung Tangguh Kota Magelang

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – GUYONAN, celoteh, dan perbincangan ringan menyeruak dari sekelompok ibu rumah tangga di Kampung Dumpoh RW 07, Potrobangsan, Magelang Utara, di Balai RW, Minggu (10/10). Sejumlah perempuan yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Manunggal itu sambil memelototi tiga buah komputer jinjing.

Satu komputer jinjing disimak oleh beberapa orang. Mereka asyik membaca dan mendiskusikan, apa yang mereka tatap di komputer jinjing itu.

“Kami sedang mencari formula dan inovasi KWT ini semakin berkembang ke depannya. Karena jujur, meski kreativitas ibu-ibu di sini sudah tinggi, hanya saja soal promosi dan pemasaran masih kurang,” kata pegiat Bank Sampah Manunggal, Kampung Dumpoh, Sri Wahyuni.

Dia dan belasan ibu rumah tangga lainnya, merupakan anggota KWT Manunggal sekaligus pengurus Bank Sampah. Jadi, kalau Kampung Dumpoh kini tampak bersih, itu bagian dari peranan para ibu rumah tangga.

Anggota KWT dan Bank Sampah Manunggal, Kampung Dumpoh, Potrobangsan, Magelang Utara masih aktif berinovasi mengembangkan kegiatan dengan cara-cara kreatif.
AKTIF. Anggota KWT dan Bank Sampah Manunggal, Kampung Dumpoh, Potrobangsan, Magelang Utara masih aktif berinovasi mengembangkan kegiatan dengan cara-cara kreatif.

Sejumlah ibu-ibu tengah duduk, sambil browsing karena di Balai RW tersebut tersedia WiFi. Mereka membayarnya dari hasil olahan sampah dan panen KWT.

“Mencari tahu gimana caranya membuat olahan dan kerajinan supaya mendapat respons positif dari masyarakat yang tinggal jauh dari Magelang. Nah, salah satunya kita pasarkan lewat internet,” imbuhnya.

Ia pun mengaku sangat gembira soal rencana Pemkot Magelang memberikan fasilitas internet di semua RW. Kebijakan ini sudah seperti angin segar bagi para ibu rumah tangga mengingat internet kini telah menjadi kebutuhan primer masyarakat.

“Selain untuk pengembangan anggota KWT dan Kampung Organik, WiFi gratis diharapkan bisa membantu warga kurang mampu, untuk anak-anak mereka supaya bisa mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ),” tuturnya.

Internet gratis, kata Sri Wahyuni, adalah solusi di tengah kondisi saat ini. Dia juga yakin, Balai RW yang biasa ramai di saat-saat rapat saja, akan menjadi tempat favorit bagi masyarakat di kampungnya begitu WiFi gratis diluncurkan.

Artikel Menarik Lainnya :  SMK Negeri 2 Magelang Lakukan Simulasi PTM
Di tengah pandemi Covid-19, aktivitas KWT Manunggal Dumpoh, tetap berjalan seperti biasa. Baru-baru ini mereka memanen lele.
PANEN. Di tengah pandemi Covid-19, aktivitas KWT Manunggal Dumpoh, tetap berjalan seperti biasa. Baru-baru ini mereka memanen lele.

Senada juga diutarakan, Ketua KWT Manunggal Dumpoh, Srining Dayanti bahwa ke depan Kota Magelang bisa menjadi daerah percontohan Digital Society di Indonesia. Terlebih jika Free WiFi bisa menyasar ke semua RW di Kota Magelang.

“Manfaat WiFi sangat banyak. Terutama untuk belajar daring anak-anak, bekerja, bahkan sampai kegiatan KWT pun membutuhkan internet,” ungkapnya.

Menurutnya, selama ini, sejak pandemi Covid-19 anak-anak biasanya belajar daring tapi menumpang di rumah warga yang memiliki WiFi. Hal itu membuat kesan sungkan. Demikian halnya dengan anggota KWT, mereka acap iuran untuk membayar tagihan internet.

“Tentu saja kalau numpang tergantung pemilik yang punya WiFi, misalnya terkait durasinya, passwordnya dan sebagainya. Pasti ada kesan sungkan,” katanya.

Ia berharap, jika WiFi gratis sudah terealisasi, akan memotivasi warga untuk melek digital. Terlebih di tengah kondisi serba terbatas sekarang, maka dunia digital menjadi alternatif yang bisa ditempuh untuk mengembangkan usaha dan kegiatan mereka.

“Harapannya segera direalisasikan, sehingga program Pemkot Magelang ini bisa langsung dirasakan warga,” ucapnya.

Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang, Handini Rahayu menjelaskan, WiFi untuk RW ini adalah salah satu program unggulan Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz dan Wakil Walikota KH M Mansyur untuk mendukung program Balai Belajar, pengembangan potensi usaha, dan kebutuhan masyarakat lainnya.

”Tujuannya untuk memberikan support masyarakat tidak mampu, khususnya pelajar, sebagai sarana daring, dan sebagainya,” papar Handini.

Selain itu, program ini juga diharapkan untuk pengembangan potensi RT/RW, seperti UMKM, yang saat ini banyak diarahkan pemasarannya melalui online.

”Program ini termasuk bagian dari program Rp30 juta per RT (Rodanya Mas Bagya) yang merupakan satu rangkaian dengan program Balai Belajar. Adapun pengaturan terkait teknis dan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 diserahkan kepada masing-masing RW,” ucapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Tingkatkan Kompetensi Guru, FKIP Untidar Selenggarakan Pelatihan Pembelajaran Daring di SD Wates 4 Magelang

Sementara itu, Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz menyampaikan, WiFi gratis di tiap RW ini merupakan janji saat dirinya berkampanye pada Pilkada 2020 sehingga harus ditepati. Menurutnya, masyarakat bisa mengambil manfaat yang positif. Selain untuk belajar daring, juga sebagai pendukung UMKM, dan mewujudkan 1.500 startup (rintisan usaha), juga kegiatan lainnya seperti KWT, Bank Sampah, dan Kampung Organik.

”WiFi gratis ini masyarakat bisa memanfaatkan untuk hal-hal positif, menjadi sarana untuk memasarkan UMKM, meningkatkan pengetahuan tentang kemajuan di sekitarnya, juga ditujukan untuk mewujudkan 1.500 startup. Kami harapkan WiFi digunakan dengan optimal dan maksimal,” sebutnya. (prokompim/kotamgl)