Warga Desa di Kecamatan Pringsurat Temanggung Kini Sudah Bisa Masuk ke Kota Kecamatan. Sebelumnya, Satu-satunya Akses Tertimbun Longsoran

ALAT BERAT. Alat berat diturunkan untuk membersihkan timbunan tanah yang menutupi jalan penghubung Desa Klepu dan Kecamatan Pringsurat. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
ALAT BERAT. Alat berat diturunkan untuk membersihkan timbunan tanah yang menutupi jalan penghubung Desa Klepu dan Kecamatan Pringsurat. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Warga Desa Klepu Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung akhirnya bisa kembali beraktivitas setelah terisolir akibat satu-satunya jalan penghubung ke kota kecamatan tertutup tanah longsoran.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Toifur Hadi mengatakan, pihaknya harus menurunkan alat berat untuk membersihkan tanah yang menutupi jalan penghubung Desa Klepu dengan Kecamatan Pringsurat dan desa lainnya, karena tertutup tanah longsor pada Senin (14/2).

“Seluruh badan jalan tertutup tanah, sama sekali tidak bisa dilalui,” terangnya, Selasa (15/2).

Dijelaskan, longsor yang terjadi pada Senin (14/2) petang itu terjadi lantaran, tanah pertanian milik Sumani dan Tono longsor karena tidak mampu menahan derasnya air hujan.

sejumlah relawan, tim SAR BPBD, anggota Kodim dan Polres Temanggung ikut terjun membantu membersihkan timbunan tanah di Temanggung

Tidak hanya menutup badan jalan saja, akibat tanah longsor tersebut tiang listrik roboh berakibat listrik padam. Bentangan kabel telepon dan tiang rusak.

“Tebing yang longsor dengan tinggi 30 meter dan panjang 60 meter, daerah tersebut dalam dua hari terakhir diguyur hujan, bahkan hujan turun deras dalam waktu yang cukup lama,” terangnya.

Selain sebagai jalan penghubung antar kecamatan, jalan tersebut juga merupakan jalan alternatif Pingit – Sumowono.

“Badan jalan yang tertutup cukup panjang yakni sepanjang 75 meter, sehingga kalau hanya mengandalkan tenaga manusia akan memakan waktu yang cukup lama,” terangnya.

Kendati demikian meski menggunakan alat berat dalam pembersihan tanah, sejumlah relawan, tim SAR BPBD, anggota Kodim dan Polres Temanggung ikut terjun membantu membersihkan timbunan tanah itu.

Sementara itu Kapolsek Pringsurat AKP Marimin berpesan, kepada pengendara motor yang melintas di jalan tersebut untuk lebih berhati-hati, mengingat kondisi jalan masih licin.

“Meskipun sudah dibersihkan namun masih ada sisa-sisa tanah yang ada, sehingga masih sangat licin. Harus ekstra hati-hati kalau melintas jalan tersebut,” pesannya. (set)