Warga Delen Gelar Kirab Syukuran atas Rezeki

Warga melakukan pemujaan kepada Dewi Sri sebagai lambang kemakmuran dan kesejahteraan dengan membawa sesaji dan tumpeng di sebuah mata air yang terdapat patung Dewi Tara atau Dewi Sri
SESAJI. Warga melakukan pemujaan kepada Dewi Sri sebagai lambang kemakmuran dan kesejahteraan dengan membawa sesaji dan tumpeng di sebuah mata air yang terdapat patung Dewi Tara atau Dewi Sri

MAGELANGEKSPRES.TEMANGGUNG – Sebuah akulturasi indah antara Ajaran Budha dan Budaya Jawa terlihat dalam tradisi Angsung Puja Angjung Bekti Dewi Tara atau yang lebih dikenal dengan Dewi Sri yang digelar di Dusun Delen Desa Tleter Kecamatan Kaloran, kemarin.

Dalam tradisi ini warga dusun yang mayoritas beragama Budha melakukan pemujaan kepada Dewi Sri sebagai lambang kemakmuran dan kesejahteraan dengan membawa ratusan sesaji dan tumpeng di sebuah mata air yang terdapat patung Dewi Tara atau Dewi Sri

Prosesi acara dimulai dengan prosesi puja bakti yang dilakukan di Vihara Dharma Giri Kumara di Dusun Delen dipimpin Biksu Damakaru. Di tempat ini umat Budha nampak khusuk berdoa agar diberi keselamatan dan kelancaran acara.

Setelah puja bakti, warga melakukan kirab bersama, berjalan dari vihara menuju mata air, tempat di mana patung Dewi Sri diletakkan sebelumnya, sambil membawa seserahan berupa, sesaji, tumpeng, ingkung dan berbagai macam makanan tradisional dan buah buah.

Baca Juga
Harga Daging Ayam Mulai Naik, Sejumlah Bahan Pokok Masih Stabil

Sesampainya di mata air yang merupakan hulu Sungai di Desa Delen, seserahan yang sudah diarak diletakkan di bawah patung Dewi Sri. Warga kemudian duduk berjajar, sementara Biksu Damakara terlihat sedang berdoa di hadapan patung Dewi Tara.

Acara dilanjutkan dengan berdoa bersama yang dipimpin oleh bante. Selesai berdoa warga kemudian ngembul bujono, atau menyantap seserahan yang sudah dibawa bersama .

Menurut ketua panitia sekaligus Kepala Dusun Delen, Sabariyanto, proses ritual ini merupakan warisan nenek moyang terdahulu yang sudah dilaksanakan secara turun-temurun yang kini sampai pada generasinya.

“Nguri-nguri warisan nenek moyang, bentuk syukur pada Tuhan Yang Maha Esa sebagai sang pencipta dan Dewi Sri yang telah memberi rezeki. Kita nguri-nguri warisan nenek moyang sejak dulu, namanya angsung puja angsung bekti kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan kepada Dewi Sri yang selalu memberikan rejeki. Harapannya dengan tradisi ini kita selalu diberi keselamatan dan kemakmuran baik untuk warga Dusun Delen maupun di luar dusun,” ungkapnya

Artikel Menarik Lainnya :  Bela Petani Tembakau, Anggota DPR RI Panggah Susanto Minta Pabrikan Juga Memikirkan Nasib Petani

Sementara menurut Biksu Damakaru, Dewi Tara yang juga dikenal sebagai Budi Satwa lah yang telah memberikan pertolongan pada segenap makhluk.

Ia berharap dengan adanya simbol atau tanda patung Dewi Tara ini menjadi musabab keselamatan untuk wilayah Dusun Delen. Kedepan masyarakat semakin sejahtera dan lebih makmur.

“Arca Dewi Tara ini kita jadikan sebagai tanda bahwa di sinilah tempat yang harus kita jaga, dirawat, dan dilestarikan. Karena di situ ada sumber mata air yang sudah ada dari zaman ke zaman yang telah memberi kehidupan bagi masyarakat Delen ini,” pungkasnya.(set)