Walikota Magelang Target Turunkan Level PPKM

TURUN LEVEL. Walikota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz menargetkan wilayahnya turun level PPKM, dengan berbagai upaya salah satunya, nol kematian, percepatan vaksinasi, dan optimalisasi isoter. (foto : IST/magelang ekspres)
TURUN LEVEL. Walikota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz menargetkan wilayahnya turun level PPKM, dengan berbagai upaya salah satunya, nol kematian, percepatan vaksinasi, dan optimalisasi isoter. (foto : IST/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah mengeluarkan Instruksi Gubernur No 8 Tahun 2021 tentang Implementasi PPKM Level 4 dan 3 Covid-19. Kota Magelang bersama 16 kabupaten/kota masih melanjutkan PPKM Level 4. Sedangkan 18 daerah lain menerapkan PPKM Level 3.

”Kami menargetkan tingkat kematian akibat Covid-19 hingga nol persen, termasuk berusaha agar dapat menurunkan level pandemi,” kata Walikota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz, Kamis (12/8).

Dia menjelaskan, saat ini hasil penanganan Covid-19 di Kota Magelang sudah menunjukkan perkembangan yang baik. Mulai dari penurunan bed occupancy rate (BOR) di bawah 70 persen, dan menurunnya angka kasus aktif, maupun positive rate.

”Namun demikian, kita jangan terlena. Artinya penerapan protokol kesehatan harus lebih diperketat lagi. Kita akan lanjutkan penyekatan tingkat RT/RW karena terbukti upaya ini berhasil menurunkan angka penularan kasus,” imbuhnya.

Selain penyekatan RT/RW, pihaknya mengoptimalkan penyekatan di jalan raya utama. Menurutnya, strategi ini mampu mengurangi mobilitas warga.

”Mayoritas pasien yang dirawat di rumah sakit kita itu adalah penduduk luar Magelang. Posisi kita yang berada di tengah-tengah, sehingga perlu dicegah, salah satunya dengan penyekatan,” terangnya.

Dia berharap, semua pihak untuk menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar mengenali tanda-tanda Covid-19 dan langsung melakukan isolasi terpusat. Menurutnya, antara isolasi mandiri di rumah dengan isolasi terpusat, kesembuhan lebih cepat bagi mereka yang menjalani isolasi terpusat.

”Karena kesehatannya dipantau, asupan gizinya, dapat ekstra fooding, sirkulasi udaranya baik, dan faktor-faktor lain, yang membuat sembuhnya semakin cepat, dibanding isolasi di rumah,” ujarnya. (wid)

Artikel Menarik Lainnya :  Istri Walikota Magelang Beri Motivasi PKK Bantu Tangani Pandemi