Wabup Muhammad Albar Hadiri Haflah Akhirussanah, Berharap Santri Memiliki Bekal Keterampilan

Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar saat menghadiri Haflah Akhirussanah dan Peresmian Masjid Ismaamul Istiqomah di Pondok Life Skill Jamuniro, Siantap Wonolelo.
HAFLAH. Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar saat menghadiri Haflah Akhirussanah dan Peresmian Masjid Ismaamul Istiqomah di Pondok Life Skill Jamuniro, Siantap Wonolelo.

MAGELANGEKSPRES.WONOSOBO– Santri yang telah selesai menuntut ilmu di pondok pesantren dan lembaga pendidikan agama yang lainnya akan kembali ke masyarakat. Namun, tidak semua akan menjadi kiai. Maka dari itu harus punya kemampuan, pengetahuan, dan skill lain selain bidang keagamaan untuk bekal saat mereka kembali dari pondok.

“Tidak semua santri pulang dari ponpes itu jadi kiai. Tapi setidaknya akan menjadi tokoh panutan di sekitarnya. Untuk itu mereka harus memiliki bekal dan keterampilan hidup lainnya,” ungkap Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar saat menghadiri Haflah Akhirussanah dan Peresmian Masjid Ismaamul Istiqomah di Pondok Life Skill Jamuniro, Siantap Wonolelo kemarin.

Menurutnya, setiap ponpes yang sudah ada BLK-nya untuk dimaksimalkan dan dioptimalkan. Seperti yang disampaikan beberapa waktu lalu, sedikitnya ada 18 komunitas BLK di ponpes yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat, namun belum digunakan secara maksimal.

“Ada 18 komunitas BLK yang dibangunkan oleh pemerintah pusat, tapi belum dimaksimalkan. Kami harapkan itu bisa dimanfaatkan sebagai sarana menggodog para santri sebagai modal keterampilan dan pengetahuan saat kembali ke masyarakat nantinya,” katanya.

Baca Juga
Uji Coba PTM 4 Sekolah di Wonosobo Berjalan Lancar

Wabup yang karib disapa Gus Albar itu mengapresiasi program dan kegiatan yang dilakukan oleh Pondok Life Skill Jamuniro selama ini.  Yang tidak hanya menyediakan pendidikan keagamaan saja, namun pondok juga mendidik santrinya untuk belajar life skill, seperti namanya. Pimpinan pondok amat menyadari bahwa setelah lulus dari pondok, tidak semua santrinya menjadi ustad dan ustadzah. Sehingga, perlu dibekali dengan keterampilan yang akan membantu para santri untuk mandiri secara ekonomi.

“Saya menilai hal ini sebagai terobosan yang baik untuk diterapkan di pondok pesantren. Saya mendukung para pimpinan, pengasuh, serta pengurus pondok untuk terus mengembangkan bidang pembekalan keterampilan santri ini. Selanjutnya santri yang lulus akan berdaya saing serta mandiri dalam berbagai sektor dan bidang kerja,” ucapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Diamuk Si Jago Merah, Rumah Milik Lansia di Dieng Jadi Abu

Tantangan pembangunan di masa depan mungkin tidaklah mudah. Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo tentu akan senantiasa mengusahakan yang terbaik. Meski demikian dukungan dari masyarakat, serta doa restu utamanya dari para alim ulama yang hadir di sini. Mudah-mudahan dengan upaya yang dilakukan bersama, tujuan untuk mewujudkan Wonosobo yang berdaya saing, maju, dan sejahtera dapat tercapai.

Sementara itu pengasuh Pondok Life Skill Jamuniro Yayasan Al Haromain Nusantara, Sidqi FD menegaskan, pondok yang diasuhnya memiliki sanad (silsilah keilmuan) yang jelas. Pasalnya kakek dari pendiri pondok tersebut merupakan kawan seperjuangan dengan simbah Kiai Habibullah Idris almarhum. (gus)