Wabup Gus Albar : Santri Harus Mampu Bangun Usaha Mandiri

KARYA. Wakil Bupati Wonosobo Gus Albar melihat hasil karya para santri berupa lemari kayu, meja, kursi, vandel serta hasil seni ukir dan bubut lain dari bahan kayu
KARYA. Wakil Bupati Wonosobo Gus Albar melihat hasil karya para santri berupa lemari kayu, meja, kursi, vandel serta hasil seni ukir dan bubut lain dari bahan kayu

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Santri tidak hanya bisa ngaji, tapi juga harus kuasai keterampilan atau skill untuk membangun usaha mandiri. Kemampuan tersebut diharapkan akan membantu santri membangun semangat kemandirian dalam bidang ekonomi.

“Saya harap para santri pada zaman sekarang tidak hanya pintar mengaji saja namun harus bisa pintar berwirausaha dalam segala bidang. Sekarang jadi Imam sudah banyak, jadi para santri harus bisa menciptakan lapangan kerja sendiri tidak bergantung pada orang lain,” ungkap Wabup Wonosobo, Gus Albar.

Menurutnya, para santri yang sedang mengikuti  pelatihan di BLKK, harus bersungguh-sungguh, tekun dan disiplin, sehingga mampu memahami dan menguasai dari segi teori dan praktek.

“Jadikanlah pelatihan keterampilan dari BLKK ini sebagai kompetensi dasar yang mumpuni dalam pertukangan dan kembangkanlah terus skill, agar di masa depan setelah selesai dari ponpes ini bisa menjadi bekal, dan kalian bisa tetap kreatif dan inovatif menghadapi perubahan,” katanya.

Sementara itu, Rino Pambudi selaku Ketua BLK Komunitas Darul Ishlah mengemukakan bahwa pelatihan dilaksanakan selama 24 hari, diikuti oleh 16 santri dari Ponpes Darul Ishlah, Desa Surengede, Kecamatan Kertek, yang mana program ini telah diagendakan dari Kemenakertran RI.

“Kita kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Wonosobo. Pelatihan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi para santri di bidang kerajinan dan keterampilan, pelatihan kepada santri Pondok Pesantren ,” ujarnya

Agenda pelatihan BLK Komunitas Darul Ishlah yang merupakan bantuan dari Kementerian Kemenakertrans Republik Indonesia dengan tujuan untuk memberikan bekal keterampilan teknis berproduksi atau keahlian  pertukangan kayu menyesuaikan kebutuhan pasar dan bahan baku yang ada di Kabupaten Wonosobo.

“Melalui pelatihan keterampilan ini diharapkan para santri dapat berkarya dan sebagai bekal yang dapat bermanfaat setelah santri lulus dari Ponpes,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Wonosobo Juara Festival Film Pramuka

Ia menambahkan, semenjak pandemi covid-19, pelatihan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19 dengan membatasi jarak antar peserta dan wajib  memakai masker. (gus)