Ustad Mahdi Sempat Bohongi Orangtua saat Disunat

Ustad Mahdi ( foto : IST/magelang ekspres )
MAHDI. Ustad Mahdi mengaku sempat menyembunyikan ketika disunat, di usianya yang masih remaja saat itu. ( foto : IST/magelang ekspres )

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Imam Masjid Al Mahdi, Ustad Mahdi rupanya memiliki cerita masa lalu yang cukup unik. Warga etnis Tionghoa yang memilih menjadi muslim sejak kelas IV SD itu pernah membohongi kedua orangtuanya saat melakukan sunat.

”Saat itu saya lulus SD dan mau masuk ke SMP. Saya sempat mengelabui orangtua, kalau saya diajak bermain basket dari pihak sekolah dan diharuskan menginap,” kata Mahdi.

Namun, lomba basket yang ia katakan kepada orangtuanya itu hanya akal-akalannya saja. Karena sebenarnya dia ingin disunat yang membutuhkan beberapa hari untuk memulihkan kondisinya.

”Pas liburan sekolah lama itu. Jadi saya bohongi orangtua ada lomba basket. Padahal saya disunat,” ujarnya.

Dia mengaku, saat sunat tak seperti orang kebanyakan. Sebab, setahu dia, teman sebaya yang disunat selalu dirayakan dengan acara keluarga.

”Tapi tidak bagi saya. Karena saya tidak berani dengan orangtua, yang sudah pasti akan marah besar kalau tahu saya masuk Islam,” tuturnya.

Ia pun berpikir, bagaimana caranya disunat tetapi tanpa sepetahuan kedua orangtuanya. ”Saya terpaksa berbohong. Memang sangat menyesal. Tapi saya seolah tidak punya cara lain,” ujarnya.

Saat itu, sebenarnya dia tidak menginap di luar daerah, melainkan setelah sunat menginap di rumah tetangganya. Selama dua hari di rumah tetangganya tersebut, ia sangat senang sekali karena dibuatkan nasi kuning dan dua hari luka sunatnya kering.

”Rasanya campur aduk, sedikit menyesal karena bohongi orangtua, tapi di sisi lain saya merasa sangat senang, karena sudah menjalankan salah satu sunat yang sangat dianjurkan bagi seorang muslim,” tuturnya.

Tak mau perasaan bersalahnya semakin besar, setelah beberapa hari mengungsi di rumah tetangganya, Mahdi kemudian memaksakan diri untuk pulang. Di rumah ia bicara terus terang dengan ibunya.

Artikel Menarik Lainnya :  Avanza Tabrak Tiga Motor, Tujuh Luka

”Saya bilang, ‘Ma aku sudah sunat’. Ibu saya jawab ‘Waduh kalau ketahuan Papamu bagaimana’,” kenang Mahdi yang saat ini menjadi Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Magelang itu.

Ketika itu, ibunya memberikan saran agar Mahdi membalut kakinya. Mereka bersandiwara, seolah-olah Mahdi keseleo karena habis main basket tersebut.

”Mama sarankan itu supaya tidak ketahuan Papa. Alhamdulillah, ibu saya ini selalu bijaksana dan melindungi saya, saya dibelikan baju koko, kopiah,” kenang Mahdi.

Mahdi mengaku sangat mengagumi sosok ibunya itu. Terlebih lagi, sebelum menghembuskan napas terakhirnya, sang ibu sudah memeluk Islam.

”Hidayah yang tidak terkira bagi saya. Alhamdulillah, saya yang begitu menyayangi sosok ibu saya, seminggu sebelum meninggal dunia, beliau yang sudah berusia 75 tahun ini sudah membaca dua kalimat syahadat,” katanya. (wid)