Usaha Angkringannya Sepi, Warga Malaysia ini Nekat Jual Pil Koplo

TUNJUKAN. Barang bukti dan tersangka ditunjukan saat gelar perkara di Mapolres Temanggung,

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG –Setelah usahanya membuka warung angkringan bangkrut lantaran terdampak pandemi Covid-19, Farid Fathullah (21) nekat menjual pil koplo. Kini dirinya harus berurusan dengan pihak berwajib karena terbukti telah mengedarkan ribuan pil di wilayah hukum Polres Temanggung.

“Jualan sepi sekali, setiap kali berjualan bukan keuntungan yang didapat, tapi kerugian yang cukup banyak yang harus saya tanggung,” ungkap Farid yang tinggal di Perum Aza Griya Kelurahan Walitelon Utara Kecamatan Temanggung ini.

Menurutnya, sejak ada pandemi Covid-19, usaha angkringan yang selama ini digelutinya semakin terpuruk, apalagi menjelang hingga pasca Idul Fitri lalu. Pendapatan dari berjualan tidak pernah bisa memenuhi kebutuhan ekonominya.

“Memang saya belum menikah, tapi kebutuhan saya kan cukup banyak,”ujar pria yang masih berstatus sebagai warga negara Malaysia ini.

Ia menuturkan, lama kelamanaan modal untuk berjualan terus berkurang karena untuk menutup kerugian yang ditanggungnya selama kurang lebih tiga bulan terakhir ini. Kemudian dirinya memutuskan untuk tidak lagi berjualan angkringan.

Menurutnya, ditengah kesulitan ekonomi dirinya mencoba berjualan pil koplo untuk memenuhi kebutuhan, barang haram ini didapatkannya melalui pembelian online.

“Belum pernah ketemu, kalau sudah bayar langsung dikirim gitu saja,” tuturnya.

Ia mengaku, keuntungan dari berjualan pil koplo ini lebih banyak dibandingkan dengan jualan angkringan, bahkan keuntungan yang diapatkannya ini dua kali lipat dari modal.

“Saya biasanya ambil per botol Rp500 ribu, kemudian saya jual menjadi Rp1 juta. Barang saya jual per paket. Dalam satu paket berisi 10 butir pil koplo,” bebernya.

Dirinyapun mengaku, baru sekitar kurang lebih dua bulan berjualan pil koplo, para pelanggannya adalah anak-anak muda yang memang sudah kenal dengan dirinya.

Artikel Menarik Lainnya :  Utamakan Bantuan Kesehatan dan Logistik! Inilah Perintah Jokowi Tangani Korban Erupsi Semeru

“Kurang lebih sudah enam botol yang sudah saya jual, saya tidak akan menjual kepada orang yang tidak saya kenal,” ujarnya.

Baca Juga
Rekomendasi PKB untuk Afif-Albar, Beredar di Medsos

Sementara itu Kasat Narkoba Polres Temanggung, AKP Sri Haryanto mengaku berhasil membekuk tersangka setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa tersangka sering keluar malam dan menerima tamu yang tidak dikenal oleh masyarakat.

“Kami menerima informasi jika yang bersangkutan ini baru saja menerima paket obat-obat terlarang. Kemudian kami datangi rumahnya dan kami lakukan penggeledahan,” jelasnya.

Ia mengatakan, dari informasi tersebut kemudian pihaknya melakukan penggerebekan rumah tersangka, hasilnya anggota menemukan enam botol berisi 6.000 butir pil Yarindu, 60 lembar TRIHEXYPHENIDYL berisi 60 butir dan tujuh pak plastik klip merk ZIP IN.+

Ia menjelaskan, tersangka menjual kembali pil koplo dalam bentuk paket yang isinya 10 butir Pil Yarindu (pil warna putih berlogo huruf Y) dengan harga Rp25.000, sedangkan untuk tiap lembar TRIHEXYPHENIDYL tablet 2 mg tersangka akan menjualnya dengan harga Rp 40.000,- (empat puluh ribu rupiah)

Menurutnya, tersangka sebelumnya pernah membeli 4 botol pil Yarindu (pil warna putih berlogo huruf Y) dengan harga Rp2.000.000. Barang diterima pada hari Selasa tanggal 7 Juli 2020 sekira Pukul 10.00 WIB di Kp. Jampirejo Barat Rt.05 Rw.01 Kel. Jampirejo Kec/Kab Temanggung.

“Tersangka ini memang cukup cerdik, barang-barang yang dijualnya disimpan di loteng,” jelas Sri.

Ia menambahkan, tersanga dijerat dengan Pasal 196 yo Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3), Subsider Pasal 197 yo Pasal 106 ayat (1), Lebih Subsider 198 yo Pasal 108 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Artikel Menarik Lainnya :  Bulan Dana PMI 2021 di Temanggung Tercapai 99 Persen dari Target

“Ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp.1.000.000.000,” tuturnya.(set)