Urai Kepadatan Kota, Polres Temanggung Rekayasa Arus Mudik

REKAYASA. Polres Temanggung melakukan rekayasa lalu lintas di jalur kota Temanggung, kemarin. 
REKAYASA. Polres Temanggung melakukan rekayasa lalu lintas di jalur kota Temanggung, kemarin. 

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Memasuki H-7 menjelang hari Raya Idul Fitri 1443 H, Kepolisian Resor Temanggung mulai melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas selama arus mudik dan balik.

“Rekayasa lalu lintas susah harus dilakukan, karena arus lalu lintas sudah mulai ada peningkatan,” kata Kasat Lantas Polres Temanggung AKP Komang Karisma kemarin.

Ia mengatakan, rekayasa lalu lintas dilakukan di sejumlah titik seperti di Pasar Kliwon Temanggung. Arus lalu lintas di pasar yang berada di tengah kota Temanggung ini mulai padat.

“Rekayasa lalu lintas ini tentu melihat situasi, jadi fleksibel. Jika terjadi kepadatan lalu lintas di depan Pasar Kliwon pada jam-jam ramai seperti sore ini maka arus dipecah di kawasan Taman Pancasila,” katanya.

Ia menjelaskan jika terjadi kepadatan di depan Pasar Kliwon maka lalu lintas dari arah timur tujuan Parakan, Wonosobo, dan Kendal dialihkan ke arah utara di Taman Pancasila masuk Setda kemudian tembus Perempatan OBL.

“Dengan pengalihan arus ini maka Jalan A Yani yang biasanya satu arah dijadikan dua arah,” katanya.

Komang menyampaikan rekayasa kedua dilakukan jika arus lalu lintas lebih padat dan terjadi kemacetan ke arah Pasar Kliwon, maka di Perempatan Terminal Madureso dialihkan ke jalur lingkar terminal-Maron.

“Sementara itu saja rekayasa lalu lintas yang kami lakukan, bila mana terjadi lakalantas maupun bencana alam lainnya kami akan melihat situasi di lapangan,” katanya.

Ia menambahkan, memaski H-7 Lebaran, arus lalu lintas di Kabupaten Temanggung meningkat sebanyak 30 persen. Kepadatan arus lalu lintas tampak di beberapa ruas jalan protokol yang menuju pusat kota. Beberapa titik rawan kemacetan yang perlu diwaspadai adalah jalan di Pasar Kranggan, Taman Pancasila dan Parakan wilayah barat.

“Sampai saat ini pantauan kami sudah terjadi peningkatan, terutama arus lalu lintas dari lokal kita dan dari luar Temanggung memang sudah ada beberapa terjadi kedatangan baik pemudik maupun yang hanya melintas. Peningkatannya baru sekitar 30 persen,” terangnya.

Komang menjelaskan bahwa pengalihan arus lalu lintas ini sebenarnya akan dilakukan bersamaan dengan Operasi Ketupat Candi pada 28 April mendatang. Namun, melihat kepadatan lalu lintas yang mulai terjadi, pengalihan terpaksa dilakukan.

Ia menambahkan, jika arus lalu lintas terus meningkat dan berpontensi menimbulkan kemacetan. Pihaknya akan kembali melakukan pengalihan dengan cara memotong jalur masuk kota di Terminal Madureso untuk dialihkan menuju jalur lingkar. (set)