Upacara Kemerdekaan Gugah Semangat Siswa PKBM Permata 

0
300
Upacara Kemerdekaan Menggugah
UPACARA. Sebanyak 100 siswa PKBM Permata mengikuti upacara Hari Kemerdekaan RI Ke-74 dengan secara hikmat,

MAGELANG UTARA – Sebagai perwujudan pendidikan karakter yang ditanamkan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Permata mengadakan upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI, Sabtu (17/8).

Upacara dilangsungkan di halaman PKBM Permata Jalan Perintis Kemerdekaan No. 9 Sanden Kelurahan Kramat Selatan Kecamatan Magelang Utara Kota Magelang.

Upacara dihadiri beberapa tutor dan seluruh peserta didik kesetaraan sekitar 100 siswa. “Semula kami tidak yakin bahwa semua ini dapat terealisasi, mengingat anak-anak kami yang seperti itu, yang kadang bertindak semaunya sendiri, sulit diatur, sulit diajak disiplin apalagi diajak belajar dan maju.

Sungguh membuat hati ini trenyuh ternyata anak-anak didik di PKBM Permata mau datang mengikuti upacara HUT RI ke-74 bahkan mereka pula yang menjadi petugas upacara.

“PKBM Permata hanya memfasilitasi saja supaya mereka merasa bangga dan merasa lebih berharga dengan berpakaian Paskibraka,” kata Ketua Pengelola PKBM Permata Kota Magelang, Suprihani SPd atau akrab dipanggil Bu Hany ini.

Selaku pembina upacara Hany, mengaku sempat meneteskan air mata pada saat menyampaikan amanatnya. Ia sangat salut dan sekaligus bangga kepada anak-anak yang ternyata mereka adalah anak-anak yang hebat, tidak seperti yang kita bayangkan.

“Saat saya mengatakan “Merdeka” anak-anak menirukan dengan lantang menambah semangat bagi kita semua untuk membawa pendidikan nonformal ini lebih berkualitas, maju dan bermutu,” ungkapnya.

PKBM Permata baru kali ini melaksanakan upacara HUT RI, di lokasi PKBM yang seadanya dengan tempat yang tidak sempurna, dan penuh keterbatasan. Apalagi dengan tiang bendera yang tidak proporsional dan sebagainya, namun semua itu tidak menjadikan patah semangat dan minder.

“Semua tetap dilaksanakan sebagai wujud penanaman karakter kepada peserta didik untuk cinta kepada tanah air dan bangsa, menghormati kepada pahlawan yang telah mendahului kita dan mengajak kita semua untuk ikut mempertahankan kemerdekaan Indonesia ini dengan tetap terus belajar dan merubah langkah kita untuk lebih maju, mandiri dan berkarakter di masa datang,” tambahnya.

Setelah upacara, anak-anak paket kesetaraan dan seluruh peserta upacara yang hadir di PKBM Permata mengadakan makan bersama sebagai wujud kebersamaan dan ungkapan syukur kepada Tuhan yang telah memberikan hidayah kepada semuanya, dan ucapan terima kasih kepada bapak ibu tutor serta anak-anak paket yang hadir.

“Doa dan harapan kepada semua pihak, semoga PKBM Permata dapat berkembang dan semakin maju dalam melayani masyarakat pada umumnya dan semakin sukses membawa pendidikan nonformal menjadi lebih berkualitas dan bermutu,” imbuhnya.

Hany menjelaskan, jika PKBM Permata merupakan salah satu lembaga pendidikan nonformal yang difasilitasi oleh pemerintah khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, di bawah naungan Bidang Paud dan Dikmas. PKBM Permata mempunyai beberapa program yang dikelola untuk melayani dan membantu masyarakat selama ini, di antaranya adalah program Paud, program Kesetaraan, program Keaksaraan, program Kursus, program Kewirausahaan dan Unit Produksi.

Dalam program Kesetaraan PKBM Permata melayani pendidikan Kesetaraan Paket A setara SD, Paket B setara SMP dan Paket C setara SMA, yang diampu oleh beberapa tutor yang berasal dari sekolah formal di antaranya guru dari SD negeri di Kabupaten Magelang, Guru dari SMP Negeri 3, SMP Negeri 5, SMK Yudha Karya, SMK Ma’arif, dan tentor dari Bimbel Prosmart, serta beberapa guru swasta lainnya.

PKBM Permata ini dapat berjalan berkat kerjasama mereka dibantu oleh beberapa tenaga kependidikan yang ada, sehingga total seluruh tenaga PTK PKBM Permata berjumlah 29 orang.

“Walau selama ini dirasa sangat sulit mengubah karakter anak-anak kesetaraan yang notabene mereka adalah anak-anak drop out dari sekolah formal dengan berbagai macam latar belakang dan alasannya. Yang kini kami tampung untuk mengikuti pembelajaran setara formal di PKBM Permata. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilaksanakan setiap 3 kali dalam seminggu setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis pukul 14.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB,” jelasnya.

Dikatakan Hany, anak-anak yang mengikuti pendidikan kesetaraan ini adalah anak-anak yang “unik” dari segala hal. Namun menurutnya, harus tangani dengan sabar, harus disikapi bahkan harus membantu mereka dari segala sisi yang mereka perlukan.

Oleh karena itu pihak pengelola dan tutor serta orangtua peserta didik harus mampu bergandeng tangan membawa anak-anak PKBM Permata ini menjadi Mandiri, Maju dan Berkembang, demi Mendidik Generasi yang Berkarakter.

Rasa Syukur kepada Allah SWT pada tahun pelajaran 2019/2020 ini PKBM Permata telah berhasil merekrut sekitar 200 siswa Kesetaraan yang di antaranya berasal dari Pondok Pesantren Taufidhul Qur’an milik bapak Kyai Sihabudin dan Ponpes Selamat milik bapak Kyai Abdurosyid Ahmad.

“Ucapan terima kasih disampaikan kepada beliau berdua yang telah berkenan memberikan kepercayaan kepada PKBM Permata dalam wujud kerjasama untuk membimbing dan membantu anak-anak tersebut, dengan jalan membuka kelas khusus di pondok pesantren 1 minggu sekali dengan hari sesuai kesepakatan,” imbuhnya.

Salah satu siswa kejar paket C kelas 12, Winda Arum Puspita Martha (17) mengutarakan sebagai siswa kejar paket tidak dibeda-bedakan dengan siswa yang menempuh pendidikan formal.

“Senang di sekolah ada upacara yang biasanya ke sekolah cuma belajar saja. Ke depannya kami ingin tidak hanya upacara tapi juga lomba sehingga menambah kekompakan,” tutur siswa yang menjadi petugas upacara ini.

Sebagai siswa kejar paket ternyata berlatih upacara tidak sulit. Sebanyak 12 siswa menjadi petugas dan melakukan latihan selama 3 kali. “Saat latihan kami semangat kok, seperti halnya siswa di sekolah formal. Jadi adanya upacara seperti ini menggugah semangat kami,” tandasnya. (hen/adv)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here