Universitas Muhammadiyah Purworejo Kembangkan Media Pembelajaran Smart Learning Torso

UJI COBA. Tim PKM UMP bersama IT Protechno Robotic School Purworejo melakukan uji coba media pembelajaran Torso Bot mata pelajaran Biologi bagi para siswa ABK di SLB Muhammadiyah Purworejo, kemarin. (Foto: eko)
UJI COBA. Tim PKM UMP bersama IT Protechno Robotic School Purworejo melakukan uji coba media pembelajaran Torso Bot mata pelajaran Biologi bagi para siswa ABK di SLB Muhammadiyah Purworejo, kemarin. (Foto: eko)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Pandemi Covid-19 mengharuskan pemerintah dan segenap komponen pendidikan bergerak mencari solusi atas permasalahan pembelajaran. Salah satunya yakni akibat beralihnya proses pembelajaran yang semula berbasis tatap muka menjadi Daring dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ). Siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) menjadi salah satu elemen yang harus diperhatikan lebih sebagai generasi bangsa dengan segala keterbatasannya.

Kondisi tersebut mendapat perhatian khusus dari 3 dosen yang tergabung dalam Tim Pengabdian Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP), yakni Umi Pratiwi MSc, Dr Sudar MPd, dan Cahyo Apri Setiaji MPd. Mereka mengembangkan Smart Learning Torso bernama “Torso Bot” sebagai media pembelajaran IPA berbasis audia-visual bagi para siswa ABK SLB Muhammadiyah Purworejo.

Kegiatan pengabdian tersebut merupakan bentuk kegiatan berlanjut yang dilaksanakan tahun 2020 atas kerja sama SLB Muhammadiyah Purworejo dengan Tim Pengabdian UMP dan didukung oleh Kemendikbud melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Pelaksanaan  program juga bermitra dengan Tim IT Protechno Robotic School Purworejo.

Imam Fadli MKom, salah satu tim IT pengembang “Torso Bot” dari Robotic School Purworejo, menyebut dalam program PKM UMP tahun 2020 pihaknya juga mengembangkan media smart puzzle map berbasis digital untuk pembelajaran geospasial mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Pada tahun ini, pengembangan difokuskan untuk media pembelajaran IPA Biologi Smart Learning Torso pada materi pengenalan organ-organ tubuh manusia berbasis digital dengan audio-visual.

“Nantinya dapat diterapkan dalam pembelajaran mandiri berbasis Internet of Things (IoT) untuk kemandirian siswa yang dilengkapi suara tentang fungsi organ manusia dengan menekan tombol pada setiap organ Torso Bot,” kata Imam Fadli saat melaksanakan uji coba Smart Learning Torso di SLB Muhammadiyah Purworejo, Kamis (16/9).

Artikel Menarik Lainnya :  Destinasi Wisata Milik Pemkab Purworejo Masih Tutup, Sebagian Wisata Desa Mulai Simulasi Pembukaan

Umi Pratiwi selaku Ketua Tim PKM mengungkapkan, media pembelajaran yang ada di SLB Muhammadiyah Purworejo masih memerlukan pengembangan. Pasalnya, pemanfaatan media masih bersifat konvensional, terutama media-media pembelajaran IPA masih sangat terbatas.

Pada masa pendemi Covid-19 ini, pembelajaran semakin terkendala dengan adanya media pembelajaran fisik dengan pemanfaatan media sosial dan pendampingan orang tua dengan kondisi yang sangat terbatas.

“Pengembangan media berbasis digital dengan kelengkapan audio-visual dapat membantu pembelajaran kemandirian siswa ABK di rumah dan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk semua siswa ABK kelas,’’ ungkap Umi Pratiwi saat dikonfirmasi, Minggu (20/9).

Dijelaskan, Torso Bot  akan dikembangkan lebih lanjut untuk mata pelajaran lainnya, khususnya IPA.

“Media pembelajaran IPA termasuk sulit ditemukan oleh siswa-siswa ABK, maka perlu adanya pengembangan lebih lanjut terkait,” jelasnya.

Kepala SLB Muhammadiyah Purworejo, Sukirman SPd, menyatakan apresiasi terhadap Tim Pengabdian UMP atas perhatian yang diberikan. Menurutnya, program yang digagas sangat membantu para siswa dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Mereka jadi mampu menikmati pembelajaran layaknya siswa normal.

“Semoga program ini dapat bermanfaat untuk siswa-siswa kami terutama untuk menumbuhkan kemandirian belajar pada masa pendemi ini dan mereka tetep melaksanaan pembelajaran tanpa terkendala,“ katanya.

Salah satu guru SLB Muhammadiyah, Sutedjo, juga mengapresiasi pengembangan media pembelajaran tersebut. Program diharapkan dapat menjangkau seluruh siwa dengan berbagi jenis keterbatasannya, baik tuna netra, tuna rungu, maupun tuna grahita.

“Media yang ada saat ini masih lebih banyak pada mata pelajaran Matematika, sedangkan IPA masih sangat sedikit. Karena itu, dukungan UMP ini sangat membantu pembelajaran di sekolah kami,“ ujarnya. (adv/top)