UMKM Magelang Unjuk Gigi, Siapkan Strategi Bisnis Online di JNE Ngajak Online 2022

UMKM Magelang Unjuk Gigi, Siapkan Strategi Bisnis Online di JNE Ngajak Online 2022

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – JNE kembali menghadirkan JNE Ngajak Online 2022. Kini giliran Kota Magelang, perhelatan virtual yang mengumpulkan UMKM lokal di 60 kota di Indonesia. Melalui acara ini, JNE berupaya untuk meningkatkan daya saing serta mengembangkan kapasitas UMKM khususnya di Magelang, baik dalam skala nasional maupun global.

Bambang Kristiadi selaku Branch Manager JNE Magelang saat membuka gelaran ini berharap dengan adanya Goll..Aborasi ini, bisa membantu UMKM Magelang. Kami melakukan kolaborasi dengan komunitas UMKM guna menciptakan solusi permasalahan UMKM. Melalui sinergi dengan pemerintah dan swasta, kami terus berinovasi menggali kebutuhan dan peluang yang ada di kabupaten Magelang,” ujar Bambang, Selasa (12/4).

Menurut Bambang, ekosistem bisnis online semakin kompetitif seiring dengan digitalisasi, yang ditargetkan pemerintah mencapai 20 juta UMKM memasuki ekosistem digital tahun ini. Melihat perjuangan para pelaku UMKM agar tetap bangkit pasca pandemi COVID-19, JNE mendukung UMKM tidak hanya dengan memberikan layanan ekspedisi semata, tetapi juga dengan berbagai pelatihan, termasuk melalui Goll..Aborasi Bisnis Online 2022.

Dari pelaku UMKM, turut hadir Muh Khoirul Soleh selaku Owner Irul Kebon Kliwon, Pondok Tani yang membagikan kiat-kiat sukses berbisnis online di era ini.

Mengawali usaha online sejak 2010, hingga saat ini Khoirul terus berupaya menghadirkan konten sosial media dan pelatihan dalam memasarkan durian yang dijualnya. “Awal-awal memang susah karena dulu transaksi online belum ramai, namun saya tetap menekuni digitalisasi sehingga mulai dikenal di seluruh Indonesia. Sebagai spesialis durian, saya memiliki 30 kebun durian di berbagai kota. Di kota-kota tersebut, kami mengembangkan pelatihan edukasi dengan kelompok petani, kami berharap lebih banyak orang bisa berkebun.” ungkap Khoirul.

Hadir pula Tri Laksono Widianto selaku Owner Madu Magelang. Strategi creative education dalam berbisnis jadi hal yang ditekuni Tri Laksono dalam memasarkan produknya, dengan harapan mampu mengedukasi pembeli sembari berjualan. “Bicara soal penjualan madu, kita bukan hanya menjual barang tapi juga menjual kepercayaan. Saya membuat wisata edukasi sebagai tempat untuk berbagi soal madu, proses pembuatan madu, dan bisa minum langsung madu dari sarangnya.“ ujarnya.

Selain meningkatkan kepercayaan pelanggan, creative education juga mampu memberikan customer experience yang menarik dan berbeda dari para kompetitor. Lebih lanjut Tri menyampaikan “Kami memiliki tim pemasaran digital dengan berbagai program. Di samping itu, kita kerap memanfaatkan promo JNE, ada potongan biaya ongkos kirim 25 persen dan kami gunakan, alhamdulillah ada peningkatan dalam segi penjualan.”

Berbeda dengan sektor lainnya yang mengalami kemerosotan omzet penjualan, Tri mengungkap omzet madu miliknya justru terus meningkat. Bukan lain karena peningkatan minat konsumen pada produk herbal semasa pandemi. “Dengan adanya peningkatan penjualan ini, JNE sangat membantu untuk mengirimkan paket saya ke seluruh Indonesia.”

Baik Tri Laksono dan Muh Khoirul Soleh adalah pedagang dengan skala pengiriman produk yang tidak sedikit, mendorong keduanya untuk mampu memilih jasa ekspedisi yang memudahkan aktivitas bisnis. “JNE selalu memfasilitasi kebutuhan distribusi madu kami hingga aman sampai tujuan. Mereka mengantisipasi dengan meminimalisir kerusakan barang menggunakan bubble pack dan kemasan kayu. JNE juga menawarkan beberapa solusi, ada paket ekonomis yang sangat customer oriented.”, tambah Tri Laksono.

Sebagai bentuk dukungan bagi UMKM Magelang JNE berpegang pada 4 pilar penting yaitu jujur, tanggung jawab, disiplin, dan visioner. Di samping itu, JNE juga berupaya untuk bermanfaat bagi masyarakat sekitar “Melalui program Jumat Berkah, kami membagikan makanan dan membangun Masjid di berbagai lokasi. Di Magelang, kami memiliki 50 jaringan yang selalu berkomunikasi dengan UMKM. Kami diskusikan mengenai apa yang UMKM Magelang butuhkan,” imbuh Bambang Kristiadi. (rls)