Umat Budha Kalimanggis Gelar Ritual Peletakan Patung Dewi Sri

GUNUNGAN. Warga Dusun Manguntosari Desa Kalimanggis Kaloran mengusung gunungan ke sawah tempat ritual dilakukan. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
GUNUNGAN. Warga Dusun Manguntosari Desa Kalimanggis Kaloran mengusung gunungan ke sawah tempat ritual dilakukan. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Umat Budha di Desa Kalimanggis Kaloran ritual meletakan patung Dewi Sri di sebuah altar di tengah sawah Dusun Manguntosari desa setempat, Jumat (18/6). Mereka berharap, ke depan diberi kemudahan dan keselamatan serta rezeki berlimpah dari hasil pertanian.

Patung Dewi Sri bagi umat Budha di desa tersebut adalah simbol kesuburan tanaman. Ritual peletakan patung sendiri diawali dengan puja bakti oleh puluhan umat Budha di Wihara Dhamma Ratana.

Ritual yang dilakukan berlangsung sangat khidmat, meskipun dengan jumlah umat yang terbatas. Mereka tetap menjalankan ritual pemujaan dengan khusuk, meminta agar masyarakat selalu dalam kondisi aman dan sehat.

Usai dilakukan puja bakthi, kemudian patung Dewi Sri dibawa keliling dusun. Di belakang rombongan pembawa patung ada sejumlah umat Budha yang membawa bunga yang ditaburkan di sepanjang jalan menuju altar tempat persingahan patung.

Dalam arak-arakan tersebut juga terdapat gunungan yang terbuat dari buah-buahan serta hasil bumi asli dusun setempat. Tidak lupa berbagai sesaji, antara lain nasi tumpeng dengan berbagai lauk-pauknya, serta bubur yang diletakkan dalam beberapa piring juga ikut diarak.

Dalam ritual tersebut umat Budha mengenakan pakaian tradisioanal Jawa, yakni kaum pria memakai sorjan dan kaum perempuan mengenakan kebaya. Mereka juga tertib mengenakan masker untuk mengantisipasi penularan COVID-19.

“Ritual ini hanya diikuti oleh warga asli Dusun Manguntosari, warga desa lain atau dari luar daerah tidak kami perkenankan mengikuti ritual ini,” tutur Kadus Manguntosari Sarwadi.

Menurutnya, ritual peletakan patung Dewi Sri memang jarang sekali dilakukan oleh umat Budha. Harapannya warga Manguntosari selalu berlimpah rezeki dari hasil panenan di ladang.

“Palawija dan tanaman lain yang ditanam warga bisa tetap subur dengan hasil panenan yang baik,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Tinjau Gudang Tembakau, DPRD Temanggung Minta Pabrikan Cepat Serap Tembakau.

Tokoh agama Buddha Dusun Mangunsari, Budi Waspodo, menuturkan altar Dewi Sri ini dibangun di ladang milik Sulisno.

“Dewi Sri ini merupakan dewa rezeki bagi petani. Mudah-mudahan dengan pembangunan altar ini rezeki warga Mangunsari bisa melimpah,” katanya. (set)