Ultah ke-62, Mahasisa PMII Cabang Purworejo Bagikan Ratusan Paket Takjil

BAGIKAN. Kader PMII saat melakukan aksi bagi-bagi takjil dalam rangka memperingati HUT yang ke-62. 
BAGIKAN. Kader PMII saat melakukan aksi bagi-bagi takjil dalam rangka memperingati HUT yang ke-62. 

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Memperingati hari kelahirannya ke-62, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Purworejo menggelar aksi bagi-bagi ratusan paket takjil, kemarin. Aksi tersebut dipusatkan di Alun-alun Purworejo dan mendapatkan respon positif dari masyarakat pengguna jalan yang melintasi area tersebut.

“Kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan harlah PMII yang ke-62. Kebetulan harlah kali ini bertepatan dengan bulan suci ramadhan. Kita membuat 500 takjilan gratis yang dibagikan di alun-alun kota Purworejo,” ungkap Ketua PC PMII Kabupaten Purworejo, Satrio Tegar Imani disela-sela kegiatan.

Dikatakan, pembagian ratusan takjil gratis itu dilakukan di sebelah barat selatan alun-alun, tepatnya di depan Satlantas Polres Purworejo. Pembagian takjil gratis itu merupakan salah satu bentuk kepedulian dan sumbangsih PC PMII Kabupaten Purworejo terhadap masyarakat umum di bulan ramadhan.

“Sehingga peringatan Harlah yang mengangkat tema Transformasi Gerakan, Merawat Peradaban, maka PMII Purworejo menerjemahkan tema tersebut salah satunya dengan berbagi kepada masyarakat. Tentunya Harlah tersebut kita jadikan momen untuk saling berbagi kebahagiaan bersama warga Purworejo,” ujarnya.

Pihaknya berharap, bahwa kedepan dengan semangat Harlah itu, PMII melalui SDM kader-kadernya dapat berkontribusi dalam pembangunan masyarakat ke arah yang lebih baik. “Sebagai organisasi mahasiswa terbesar di Purworejo, PMII memiliki kepentingan untuk turut serta mengawal laju pembangunan guna memastikan bahwa kepentingan masyarakat betul-betul terpenuhi,” tandasnya.

Selain kegiatan bakti sosial, pihaknya juga menggelar rangkaian kegiatan diskusi untuk membahas isu-isu aktual di tingkat lokal, regional maupun nasional dengan menghadirkan tokoh-tokoh muda maupun alumni PMII Purworejo yang telah berkiprah di masyarakat.

“Asupan pengetahuan menjadi salah satu kebutuhan pokok kader pergerakan guna mengasah nalar kritis dalam merespon problem-problem di lingkungan masing-masing,” katanya. (luk)