Uji Coba PTM 4 Sekolah di Wonosobo Berjalan Lancar  

Seorang guru tengah menjelaskan KBM kepada para siswanya.
KBM. Seorang guru tengah menjelaskan KBM kepada para siswanya.

MAGELANGEKSPRES.WONOSOBO – Empat sekolah di Kabupaten Wonosobo secara resmi telah memulai uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM), kemarin (5/3). Proses berjalan lancar. Satu kelas hanya diisi 12 siswa. Pendidik pun tidak diperkenankan banyak bergerak berkeliling ruangan

“Pada pelaksanaan PTM dihari pertama ini berjalan lancar. Seluruh siswa yang datang kesekolah itu sudah mengerti tentang apa yang harus dilakukan. Sehingga proses KBM berjalan dengan baik,” ungkap Kepala SMPN 1 Kertek, Ellyana, kemarin.

Kabupaten Wonosobo sendiri saat ini tengah melakukan simulasi pada empat sekolahan yang melaksanakan agenda PTM. Yakni SMA 1 Wonosobo, SMK 1 Wonosobo, MAN 1 Wonosobo dan SMPN 1 Kertek.

Menurutnya, jika diawal pelaksanaan agenda PTM bagi siswa pasca pandemi ini memang berbeda. Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa dilakukan begitu ketat. Bahkan sejak awal masuk ke lingkungan sekolah itu telah diatur.

Baca Juga
Bupati M. Al Khadziq Minta Vaksinasi Guru Temanggung Dipercepat

“Ini semua agar kegiatan KBM bisa berjalan dengan baik. Jadi penerapan prokes sejak dini perlu dipahamkan bagi para siswa,” ungkapnya.

Dimulai dari pemilihan murid yang tidak boleh jauh dari lokasi sekolahan. Sehingga mereka saat datang ke SMPN 1 Kertek hanya dengan berjalan kaki. Hal ini untuk menghindari adanya kontak siswa dengan masyarakat diluar.

“Cara guru mengajar juga tak boleh berkeliling. Guru hanya diberi tempat di mejanya dan di depan papan tulis saja,” ujarnya.

Secara keseluruhan, jumlah murid yang diperbolehkan masuk baru 48 siswa. Yang dibagi dalam dua lantai dan empat kelas. Per kelas hanya diisi dengan 12 siswa dengan jarak meja yang telah diatur berjarak. Seluruh siswa itu tidak boleh bertukar tempat dengan siswa lain. Semua telah ditetapkan dengan nama yang tertera di mejanya masing-masing.

Artikel Menarik Lainnya :  Hindari Longsor Susulan, Warga Diminta Waspada

“Dan tidak ada jam istirahat bagi siswa. Karena jam KBM kita perpendek. Maka kita ganti dengan peregangan bagi siswa,” jelasnya.

Untuk proses KBM sendiri, pihaknya hanya memberikan waktu Empat Jam. Sehingga dalam satu hari itu para siswa akan mendapat dua mata pelajaran. Dan disela-sela pergantian KBM itu para siswa diberi waktu untuk peregangan.

Untuk kelas 7 akan datang lebih awal. Yakni dengan berangkat pukul 07.00 WIB dan pulang pukul 11.00 WIB. Sementara kelas 8 akan mulai masuk pukul 07.30 WIB  dan pulang pukul 11.30 WIB. Sehingga antar siswa akan sedikit melakukan interaksi kepada siswa lain.

Proses KBM tersebut akan berjalan selama program PTM ini berjalan. Dan dengan siswa yang berangkat tak boleh berubah. Jika ada siswa yang sakit di kemudian hari, pihaknya lebih memilih untuk mengosongkan tempat daripada diganti siswa yang lain.

“Jadi memang prosesnya harus benar-benar detail. Harapan kita agar jangan sampai siswa ini ada yang terkena virus covid 19,” pungkasnya. (gus)