Tuntut Turunkan Harga Migor dan BBM, Massa Tidak Ditemui Wakil Rakyat Wonosobo

MASSA. Beberapa perwakilan massa membawa tulisan kritik kepada pemerintah terkait permasalahan yang ada.
MASSA. Beberapa perwakilan massa membawa tulisan kritik kepada pemerintah terkait permasalahan yang ada.

WONOSOBO, MAGELANGEKPRES.COM – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Wonosobo Melawan (AWM), gelar demo di depan kantor DPRD Wonosobo, Kamis (21/4) siang. Mereka menuntut turunkan harga minyak goreng dan BBM. Massa membakar ban dan membawa spanduk tulisan kritik terhadap pemerintah.

“Di masa pandemi, ekonomi susah, pemerintah malah menambah beban berat ke rakyat, minyak goreng langka dan mahal serta naiknya harga BBM yang memicu harga kebutuhan pokok lainnya ikut naik,” ungkap Korlap Aksi, Abror, kemarin.

Menurutnya, aksinya bersama sekitar 30 massa lainnya tersebut dilatarbelakangi kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat di era pandemi. Kelangkaan minyak goreng untuk rakyat dan juga BBM yang terus naik harganya menambah beban berat masyarakat.

Dengan berbagai macam masalah tersebut menunjukkan bahwa keberpihakan pemerintah tidak kepada masyarakat akar rumput. Sehingga beberapa aspirasi kepada DPRD diharapkan akan diteruskan ke pemerintah pusat.

“Tuntutan kami yang pertama yakni usut tuntas kartel kartel minyak hingga ke akarnya, yang menyebabkan kelangkaan minyak di masyarakat. Kemudian yang kedua yakni tolak upaya kenaikan harga BBM, tolak kenaikan harga pertamax dan wacana kenaikan pertalite, gas LPG maupun listrik.

Sedangkan yang ketiga adalah cabut Undang-undang Omnibus Law beserta turunannya. Kemudian tolak proyek strategis nasional yang tidak berpihak kepada masyarakat dan tolak wacana tiga periode.

Dia menegaskan bakal terus menggelar aksi serupa. Sebab, dalam kesempatan tersebut DPRD setempat tidak datang menemui massa. Pihaknya menganggap selama ini  pemerintah lemah dihadapan oligarki dan mengorbankan kepentingan rakyat.

“Kami akan gelar kembali aksi seperti ini sebab kami tidak bertemu DPRD. Kami akan terus menggelar aksi sampai apa yang kami minta bisa disampaikan ke atasnya,”ungkapnya.

Aksi di depan gedung DPRD Wonosobo tidak mendapatkan respon dari wakil rakyat, peserta aksi hanya melakukan orasi, yel yel dan pembacaaan tuntutan kemudian membakar ban. Sementara itu perwakilan Sekwan Wonosobo  yang menemui massa mengapresiasi dan menerima tuntutan massa dan akan disampaikan ke pimpinan DPRD sebab saat ini anggota DPRD tengah melakukan kunjungan kerja keluar daerah. (gus)