Tubing ‘Maut’, Lima Orang Diperiksa

Tubing ‘Maut’, Lima Orang Diperiksa
KONFERENSI PERS. Kapolres Magelang dalam jumpa pers terkait dengan kecelakaan air Tubing Kali Gono yang merenggut korban empat jiwa meninggal dunia.

//Pelanggaran Administratif//
MUNGKID – Kepolisian Resort Magelang memeriksa pihak Little Ubud River Tubing, khususnya operator wisata tubing yang menjadi pemandu wisatawan, saat terjadi kecelakaan air dalam kegiatan tubing di Kali Gono, Dusun Tampir Wetan, Desa Tampir Wetan, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Rabu (13/3).

Kapolres Magelang, AKBP Yudianto Adhi Nugroho, mengatakan, pihaknya telah memeriksa sejumlah orang saksi dari operator, termasuk dari korban terkait kecelakaan wisata tubing yang menewaskan empat orang wisatawan lokal dan luar negeri tersebut.

“Sudah ada lima orang yang diperiksa dan statusnya masih sebagai saksi,” ucap Kapolres Magelang, saat konferensi pers terkait kecelakaan air tersebut, Kamis (14/3).

Menurut Yudianto, dari hasil penyelidikan tersebut ditemukan fakta bahwa tidak ada izin administrasi dalam kegiatan wisata river tubing di Kali Gono tersebut.

“Dari penyelidikan ditemukan pelanggaran administrasi yaitu belum adanya izin untuk operasional kegiatan tubing tersebut. Kami juga akan memerintahkan Polsek untuk memeriksa perizinan kegiatan wisata tubing di wilayah masing-masing jika ada,” papar Yudi.

Meskipun demikian belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka, ditambah pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah atau bencana.

“Penyelidikan masih terus berlanjut. Termasuk menyelidiki SOP operasional tubing,” ungkap Yudi.

Sebelumnya, kejadian memilukan merenggut empat nyawa saat berkegiatan di Tubing Kali Gono,

Kronologi kejadian berawal dari rombongan tubing, sebanyak 15 orang wisatawan dari salah satu Biro wisata Yogyakarta melakukan kegiatan wisata Tubing di Little Ubud Tubing. 15 orang peserta wisata Tubing tersebut dan 4 orang pemandu Tubing memulai start dari Sungai Gono di daerah Tampir Wetan, Candimulyo.

Setelah melakukan perjalanan Tubing dan sesampainya di bendungan, para perserta kegiatan Tubing akan menepi rehat sejenak, yaitu dititik kumpul tempat istirahat. Namun saat itu para peserta masih berada di bendungan sungai, seketika banjir datang.

Adapun korban meninggal, bernama Jully (42) warga Kalideres, Jakarta Barat, Tantri Ariestiawati (50) warga Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sicilia Mantjoeng (47) warga Manggarai Selatan, Jakarta Selatan, Hanizah yang merupakan WNA Malaysia.(cha)