Tragedi hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402 menyisakan kesedihan yang mendalam

Awak Kapal Yohanes Heri Santoso, warga Desa Ngadipuro Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang
Awak Kapal Yohanes Heri Santoso, warga Desa Ngadipuro Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang , salah satu dari 53 awak Kapal KRI 402 milik TNI yang tenggelam dan dinyatakan hilang di Selat Bali pada 21 April 2021 lalu.

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Tragedi hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402 milik TNI diselat Bali menyisakan kesedihan yang mendalam. Termasuk untuk warga Magelang, dikarenakan salah satu awak Kapal Selam tersebut merupakan putra asli lereng Merapi wilayah Kabupaten Magelang.

Awak Kapal tersebut diketahui bernama Yohanes Heri Santoso, warga Desa Ngadipuro Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang. Dirinya selaku Kapten Laut dan menjadi salah satu dari 53 awak Kapal KRI 402 milik TNI yang tenggelam dan dinyatakan hilang di Selat Bali pada 21 April 2021 lalu.

“Mohon doanya, itu masih sepupu saya,” ungkap Anwar Hidayat yang rumahnya tidak jauh dari rumah awak kapal tersebut.

Anwar juga menyampaikan, Yohanes terakhir pulang ke rumah saat Natal tahun 2020 lalu. Ia merupakan anak kedua dari empat bersaudara

“Terakhir pulang Natal kemarin. Dia anak kedua dari empat bersaudara,” imbuhnya.

Adapun orang tuanya bernama FX Kuntoro dan Almarhum Darwati. Sementara Yohanes memiliki empat orang anak.

“Anak yang paling besar udah SMA, sementara yang paling kecil belum sekolah,” terangnya.

Kapten Laut Yohanes Heri Santoso, diketahui merupakan alumni SMAN 1 Kota Mungkid angkatan tahun 1993.

Diberitakan sebelumnya, kapal selam milik Indonesia yaitu KRI Nanggala-402 hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) dini hari.

Kapal ini merupakan salah satu kapal selam yang resmi menjadi bagian dari alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indonesia pada 1981.

Berdasarkan keterangannya, KRI Nanggala-402 diperkirakan hilang di perairan sekitar 60 mil atau sekitar 95 kilometer dari utara Pulau Bali, sekitar pukul 03.00 waktu setempat.

Kapal selam ini membawa 53 orang yang terdiri dari 49 ABK, seorang komandan satuan, dan tiga personel senjata.

Artikel Menarik Lainnya :  Kasus Harian Covid-19 Turun 98 Persen, Jangan Lengah Ancaman Gelombang Ketiga

53 personel KRI Nanggala-402 adalah sebagai berikut:

  1. Heri Oktavian – Letkol Laut (P) -Komandan KRI Nanggala-402 2. Eko Firmanto – Mayor Laut (P) 3. Wisnu Subiyantoro – Mayor Laut (T) 4. Yohanes Heri – Kapten Laut (E) 5. I Gede Kartika – Kapten Laut (P) 6. Muhadi – Lettu Laut (P) 7. Ady Sonata – Lettu Laut (P) 8. Imam Adi – Lettu Laut (P) 9. Anang Sutriatno – Lettu Laut (T) 10. Adhi Laksmono – Letda Laut (E) 11. Munawir – Letda Laut (P) 12. Rhesa Tri – Letda Laut (T) 13. Rintoni – Letda Laut (T) 14. M Susanto – Letda Laut (P) 15. Ruswanto – Serka Bah 16. Yoto Eki Setiawan – Sertu Bah 17. Ardi Ardiansyah – Sertu Ttu 18. Achmad Faisal – Sertu Kom 19. Willy Ridwan Santoso – Sertu Kom 20. M Rusdiyansyah – Sertu Eko 21. Ryan Yogie Pratama – Sertu Eki 22. Dedi Hari Susilo – Sertu Mes 23. Bambang Priyanto – Serda Bah 24. Purwanto – Serda Kom 25. Eko Prasetiyo – Serda Kom 26. Harmanto – Serda Ttu 27. Lutfi Anang – Serda Ttu 28. Dwi Nugroho – Serda Atf 29. Pandu Yudha Kusuma – Serda Ede 30. Misnari – Serda Eta 31. Setyo Wawan – Serda Saa 32. Hendro Purwoto – Serda Lis 33. Guntur Ari Prasetyo – Serda Mes 34. Diyut Subandriyo – Serda Lis 35. Wawan Hermanto – Serda Lis 36. Syahwi Mapala – Serda Lis 37. Wahyu Adiyas – Serda Lis 38. Edi Wibowo – Serda Lis 39. Kharisma D.B – Kopda Eta 40. Nugroho Putranto – Kopda Tlg 41. Khoirul Faizin – Kopda Mes 42. Maryono – Kopda Trb 43. Roni Effendi – Klk Eta 44. Distriyan Andy P – KLK Eta 45. Raditaka Margiansyah – KLS Isy 46. Gunadi Fajar R – KLS Isy 47. Denny Richi Sambudi – KLS Nav 48. Muh Faqihudin Munir – KLS Mes 49. Edy Siswanto – KLS Nav
Artikel Menarik Lainnya :  Buntut Penganiayaan terhadap M Kece, Irjen Napoleon Diisolasi, Kamar Sel Dikunci

Non ABK :

  1. Harry Setyawan – Kolonel Laut (P) – Dansatsel 51. Irfan Suri – Letkol Laut (E) 52. Whilly – Mayor Laut (E) 53. Suheri – PNS .(cha)