TPST Bojong Berfungsi 2021

0
257
TPST
TINJAU. Walikota Magelang Sigit Widyonindito didampingi Wakilnya Windarti Agustina, Sekda Joko Budiyono, dan pejabat lainnya saat meninjau proyek pembukaan akses TPST Kampung Bojong, Jurangombo Selatan, belum lama ini.

MAGELANG SELATAN – Tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) yang menempati lahan seluas  4 hektare di Kampung Bojong, Jurangombo Selatan, Magelang Selatan, akan dioperasikan mulai 2021 mendatang. Keberadaan TPST dimaksudkan untuk menggantikan tempat pengelolaan sampah akhir (TPSA) Kota Magelang, di Banyuurip, Tegalrejo.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Otros Trianto menjelaskan, pembangunan TPST sampai pada pengerasan jalan masuk menuju lokasi. Butuh beberapa tahun untuk menjadikan TPST memenuhi fungsi.

”Rencananya dua tahun pembangunan dan 2021 baru beroperasi. Nantinya, TPST menjadi tempat pengolahan sampah di sini akan ada unsur reuse, reduce, dan recycle (3R). Kalau bisa 70 persen sampah yang masuk ke sini diolah, sisa 30 persen dikirim ke TPA Banyuurip,” katanya, kemarin.

Kasi Pengelolaan Sampah DLH Kota Magelang Budi Waluyo menambahkan, Kota Magelang sudah menerapkan pencatatan volume sampah yang masuk ke TPSA Banyuurip. Program ini dimulai akhir Desember 2018 lalu.

”Kita bisa tahu, setiap hari ada sekitar 80-90 ton sampah yang masuk ke TPSA,” ujarnya.

Selain fungsi TPST, partisipasi masyarakat dalam mengurangi produksi sampah pun sangat terukur di Kota Magelang. Dia menyebut saat ini terdapat 191 bank sampah tersebar di 17 kelurahan di Kota Magelang.

”Kalau TPSA di Banyuurip sebenarnya sudah overload sejak tahun 2014 lalu. Kita cukup beruntung karena mampu mempraktikkan inovasi seperti bank sampah dan TPST ini sehingga produksi sampah bisa ditekan, dan tinggal sisanya yang benar-benar tidak bisa diolah yang dikirim ke TPSA,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Pengelolaan dan Penanganan Sampah, DLH Kota Magelang, R Jaka Prawistara menuturkan bahwa TPST itu ke depan akan memiliki para pengelola yang berkompeten sekaligus mampu menjadi konsultan di lingkungan masing-masing.

”Untuk mencegah TPSA semakin overload kami aktif sosialisasi ke masyarakat. Upaya pemilahan dan pemanfaatan sampah diharapkan lebih maksimal lagi dengan tambahan adanya konsultan lingkungan,” imbuhnya.

Jaka menjelaskan, terkait penekanan jumlah sampah juga sejalan dengan target Pemkot Magelang sebesar 6 persen pada tahun 2021. Sementara tahun 2018 hingga semester pertama tahun 2019 penurunan sampah mencapai 4 persen.

”Kita tentu optimis tahun 2020 Zero Waste terwujud dan penurunan produksi sampah terealisasi hingga 6 persen di tahun 2021,” katanya. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here