Total ODP di Wonosobo Capai 2.302, PDP 144

DATA. Gugus tugas Covid 19 Wonosobo edarkan data lewat berbagai media.
DATA. Gugus tugas Covid 19 Wonosobo edarkan data lewat berbagai media.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Salah satu hal yang jadi perhatian masyarakat dalam informasi data terkait perkembangan covid-19 di Wonosobo adalah angka Orang Dalam Pemantauan (ODP). Jumlahnya terus bertambah. Bahkan per Selasa (5/4), total ODP mencapai 2.302.

Kriteria ODP ialah mereka yang mengalami demam dengan suhu tubuh 38 derajat celcius atau lebih dan gejala lain seperti batuk namun tidak ada gejala pneumonia. Sebelumnya juga melakukan perjalanan atau ada di kawasan terjangkit.

Mereka dipantau dengan melakukan isolasi mandiri di rumah. Terhitung 1.984 orang telah selesai masa pantauan setelah 14 hari isolasi mandiri.

Penambahan jumlah ODP tiap harinya dinilai masih terjadi, mengingat terakhir dari 2284 orang naik ke 2.302 atau ada penambahan 18 orang.

Menurut salah satu petugas Tim Gugus Tugas, Riska Alfiana, tambahnya ODP dikarenakan masih ada beberapa orang yang pulang ke Wonosobo dari daerah lain.

Baca Juga
Nekat Konvoi Kelulusan, Sejumlah Pelajar Ditangkap Polisi

“Diharapkan, semua orang yang masuk dalam kategori ODP dapat mematuhi protokol kesehatan dengan melakukan isolasi diri selama 14 hari agar mereka tidak menularkan virus kepada orang lain. Hal ini menjadi perhatian besar karena tidak menutup kemungkinan bahwa orang masuk dalam pemantauan tidak sakit, sakit ringan tapi dirasakan seakan tidak sakit, berpotensi menjadi sumber penularan. Apalagi mereka yang tanpa gejala namun bisa saja terinfeksi dan bisa menularkan,” ungkapnya kemarin (5/5).

Sementara itu, jumlah pasien dalam pengawasan atau PDP sampai saat ini mencapai 144 orang dengan penambahan 8 orang dari 136 orang sehari sebelumnya (4/5). Dengan adanya imbauan maupun pembatasan jam operasional toko hingga pasar, masyarakat Wonosobo diharapkan agar tetap menjaga jarak aman dalam berkomunikasi, yaitu sebanyak 1 hingga 2 meter.

“Beberapa warga masih banyak yang belum menggunakan masker saat terpaksa keluar rumah dan belum benar-benar paham resiko dari penyebaran virus corona ini. Harapan kami anggota keluarga yang paham dan punya informasi yang disebarkan via media online maupun radio bisa disampaikan kepada mereka yang belum paham. Kami juga selalu memperbaharui data setiap hari baik lewat media massa maupun akun instagram,” ungkapnya. (win)