Tol Jadi, Harapan Baru Pemerataan Wisata Magelang

PELATIHAN. Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Slamet Ahmad Husein, saat menyampaikan materi dalam Pelatihan Jurnalistik PWI Kabupaten Magelang.
PELATIHAN. Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Slamet Ahmad Husein, saat menyampaikan materi dalam Pelatihan Jurnalistik PWI Kabupaten Magelang.

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Perlunya menyiapkan pemerataan sebaran wisatawan, terutama jika jalur jalan tol yang melintas Kabupaten Magelang sudah jadi. Demikian ditandaskan Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Slamet Ahmad Husein.

“Jika jalan tol sudah jadi, diperkirakan 24 juta per tahun wisata masuk ke Kabupaten Magelang, tidak mungkin semuanya akan masuk ke kawasan Borobudur saja. Maka harus dipecah ke delapan penjuru mata angin di wilayah Kabupaten Magelang, yang tidak kalah menarik,” ungkap Husein, dalam kegiatan Pelatihan Jurnalistik dengan mengusung tema Optimalisasi Jelajah Magelang tahun 2021 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Magelang.

Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, Rabu  (9/6/2021) dan Kamis (10/6/2021) di Joglo Mbah Sidik, Dusun Jambean Kidul, Desa  Rambeanak Mungkid Magelang.

Husein menambahkan, Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten Magelang, yang terbagi dalam delapan wilayah. Mulai dari kawasan Gunung Sumbing, Merapi, Merbabu, Borobudur, dan kawasan lainnya.

“Dengan pilihan wisata terbagi dalam wisata adventure, wisata budaya (religi), wisata buatan, dan Desa Wisata,” ucap Husein.

Ketua PWI Kabupaten Magelang, Bagyo Harsono, mengatakan, kegiatan tersebut Dengan sasaran kegiatan pengelola daerah tujuan wisata (DTW), UMKM dan penggiat wisata.

“Melalui ilmu jurnalistik setidaknya dapat membantu dalam teknik mempromosikan mengoptimalisasi sektor pariwisata dan UMKM,” ucap Bagyo.

Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid 19, peserta wajib memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak tidak berkerumun.

Adapun narasumber kegiatan tersebut, Sekretaris PWI Provinsi Jawa Tengah, Iwan Kelana, dengan materi Jurnalisme Wisata. Praktisi Fotografi, Muhammad Nur Eva, dengan materi Teknik Fotografi Wisata. Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, dengan materi Potensi Wisata Magelang. Dan Pelaku Wisata Magelang, Hani Sutrisno Owner Desa Bahasa Borobudur, dengan materi Motivasi dan Pengalaman Promosi Wisata.

Artikel Menarik Lainnya :  Alhamdulillah, Kota Magelang Borong 5 Penghargaan Top BUMD Awards 2021

Dalam kesempatan tersebut, Pelaku Wisata Magelang, Hani Sutrisno Owner Desa Bahasa Borobudur, menyampaikan motivasi bertahan di tengah masa pandemi Covid 19.

“Kita tidak mengurangi karyawan itu sudah bagus, dengan tetap mencari peluang dan memberikan bonus karyawan yang dapat memacu karyawan bekerja dengan kreatif dan maksimal. Serta servis terhadap pelanggan harus diutamakan, tidak perlu mengambil untung besar yang penting kerjasama rutin berlanjut,” papar Hani.

Sementara, Praktisi Fotografi, Muhammad Nur Eva, menyampaikan, foto promosi wisata, terkait dengan kuliner, tempat wisata, serta keadaan alam.

“Untuk kuliner dikombinasikan dengan background yang keren, semisal suasana alam atau gunung. Selain itu hati-hati menggunakan filter, karena beresiko menghilangkan detail foto. Lebih baik diedit manual saja,” terang Nur Eva.

Dalam kesempatan itu, Narasumber terakhir, Sekretaris PWI Provinsi Jawa Tengah, Iwan Kelana, menyampaikan, jurnalistik sangat berpengaruh terhadap pariwisata.

“Terlebih dalam pemberitaan bencana alam, bila salah penafsiran akan membuat wisata di daerah tersebut menjadi terdampak. Misal Gunung Merapi meletus setiap hari diberitakan maka akan berdampak buruk dengan pariwisata, tanpa meninggalkan etika jurnalistik. Endingnya harus memberikan solusi, karena tujuan jurnalistik adalah sumber informasi yang dapat menyejahterakan masyarakat. Ketika menulis sesuatu bertindaklah sesuai dengan etika jurnalistik sampaikan sesuai dengan fakta. Jurnalisme harus ramah pariwisata,” papar Iwan.(cha)