Toko Barang Antik Bertahan di Tengah Himpitan Pandemi

Toko Barang Antik Bertahan di Tengah Himpitan Pandemi
Toko Barang Antik Bertahan di Tengah Himpitan Pandemi

MAGELANGEKSPRES.COM,BOROBUDUR – Pandemi covid-19 kali ini memang telah mengakibatkan penurunan transaksi bagi usaha kecil. Hal ini juga dialami toko barang antik bernama ‘Pawon Market’ yang berlokasi di Dusun Brojonalan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Toko itu bahkan mengalami penurunan hingga kurang lebih 100 persen. Namun hal itu tidak menjadi alasan untuk toko itu tutup. Belakangan ini nampak sang pemilik masih menggelar dagangannya.

“Sekarang sepi banget mas, jarang ada pembeli. Tapi kami buka tiap hari di sini. Meskipun pandemi kami tetap harus berjualan,” ungkap pemilik Pawon Market, Mei Aman Afandi (42).

Fandi mengatakan, penurunan ini diakibatkan karena wisata Candi Pawon yang juga sepi pengunjung. Tidak ada turis yang berlalu lalang seperti biasanya. Biasanya turis itulah yang paling banyak membeli barang antik sebagai oleh – oleh untuk dibawa pulang.

“Sepi karena wisata Candi Borobudur dan Pawon masih dibatasi, mas. Ya kalau ada ya cuma beberapa orang. Biasanya turis mancanegara sering mampir kesini beli sesuatu untuk oleh – oleh,” katanya.

Kondisi sepi ini mengakibatkan dirinya harus mencari alternatif lain. Walaupun pemasukan yang sedikit, tidak membuat dirinya menutup total tokonya. Ia akhirnya juga ikut bekerja sama dengan bisnis penginapan di dekat rumahnya.

“Sepinya gak ngaruh ke penutupan. Kami telah bekerja sama dengan usaha penginapan. Kami memajang barang dagangan disana agar suatu saat para tamu bisa tertarik membeli dan membawa pulang,” tambahnya.

Baca Juga
Usaha Angkringannya Sepi, Warga Malaysia ini Nekat Jual Pil Koplo

Lepas dari itu, barang – barang yang dijual olehnya yang paling banyak dicari misalnya adalah buku lama, uang lama, setrika lama, radio lama, dan jam lama. Namun biasanya kolektor mencari jenis barang berdasarkan satu kesukaannya.

Artikel Menarik Lainnya :  Tingkatkan Layanan Masyarakat, Inilah yang Dilakukan DPMPTSP Kota Magelang

“Kalau ada kolektor biasanya mereka cuma ambil satu jenis barang tapi banyak jumlahnya. Ada yang cuma suka buku, nanti belinya semua buku lama. Ada yang cuma suka setrika, semua setrika dibeli,” jelasnya.

Hal yang paling istimewa yang pernah dijual Fendi berupa sepeda antik yang dapat dijual hingga mencapai puluhan juta. Selain itu, ia dapat menjual tinggi tergantung dari tahun barang tersebut dan kondisinya.

“Dulu pernah saya bisa jual sedepa hingga puluhan juta. Kalau yang lain semakin bagus dan lama itu semakin mahal. Yang paling banyak laku adalah uang – uang lama,” ucapnya.

Ia mendapat barang – barang tersebut mulai dari pasar loak, dari orang yang menjual ke dirinya, maupun barter dari komunitas. Ia berharap agar pandemi segera berakhir. Hal itu agar pendapatannya kembali ke normal.

“Kami juga punya komunitas, disitu kami bisa saling bertukar barang. Kami juga berharap agar pandemi segera berakhir agar penjualan kembali seperti biasanya,” pungkasnya. (pkl1)