Tim Relawan Latih Penanggulangan Bencana Siswa SMPN 3 Magelang

MATERI. Korp Garda Relawan Indonesia Kota Magelang mempraktekan materi penanggulangan bencana kepada siswa SMPN 3 Magelang, Selasa(13/9).
MATERI. Korp Garda Relawan Indonesia Kota Magelang mempraktekan materi penanggulangan bencana kepada siswa SMPN 3 Magelang, Selasa(13/9).

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – SMP Negeri 3 Magelang menerima fasilitasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang bekerjasama dengan Garda Relawan Indonesia Kota Magelang dalam bentuk pelatihan penanggulangan bencana berbasis sekolah tahun 2022.

Kepala SMP Negeri 3 Magelang, Nurwiyono Slamet Nugroho, SPd MPd menyambut baik kedatangan tim Garda Relawan Indonesia Kota Magelang. Diharapkan, didapatkan pemahaman bersama pentingnya penanggulangan bencana dan akhir pelatihan ini peserta didik diharapkan mampu membekali diri untuk melindungi, terlebih menjadi agen tanggap darurat bencana sejak dini.

” Dahulu, saya pernah mengikuti pelatihan seperti ini, dan sangat berkesan. Saya dapat mengantisipasi diri terhadap dampak bencana, terlebih dapat menolong orang lain yang membutuhkan saat terjadi bencana,”kata Nurwiyono.

16 tim ahli penanggulangan bencana yang tergabung dalam Korp Garda Relawan Indonesia Kota Magelang, direncanakan memberi pelatihan selama 2 hari, (Senin- Selasa, 12-13/09) diperuntukkan bagi peserta kelas 7,8, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan serta masyarakat di wilayah SMP Negeri 3 Magelang.

Komandan Garda Relawan Indonesia Kota Magelang, Heri Prawoto menyebutkan sasaran pelatihan akan dilaksanakan di 5 sekolah dasar di antaranya 2 Sekolah menengah pertama dan 3 sekolah dasar.

Pelatihan penanggulangan bencana berbasis sekolah akan menekankan pada 3 materi inti diantaranya penanggulangan gempa bumi, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang berpotensi terjadi di sekolah, dan penanggulangan bencana kebakaran di sekolah.

3 materi akan diberikan dalam beberapa sesi, diantaranya sesi materi dilanjutkan pada sesi praktikum dengan mengikutsertakan wali kelas 7 dan 8. Pemilihan materi telah melalui observasi potensi bencana yang terjadi di kota Magelang.

Heri mencontohkan penyampaian materi pemadam kebakaran penting disosialisasikan dikarenakan sumber bencana kebakaran di kota Magelang bermuara pada masalah konsleting listrik dan kompor gas.

“Ini bentuk kewajiban yang disampaikan Bapak Presiden, bahwa gedung milik pemerintah harus layak pakai untuk melindungi penghuninya, namun terpentingnya pemahaman terkait pemadaman dini bila terjadi kebakaran, maka perlu sosialisasi pencegahan agar tidak terjadi bencana, namun bila terjadi maka tata cara penanggulangan perlu dilakukan untuk keselamatan bersama,” ucap Heri Prawoto selaku Komandan Garda Relawan Indonesia Kota Magelang dalam wawancara

Dalam upaya penanggulangan bencana, Heri Prawoto menegaskan, peserta didik memiliki potensi luar biasa untuk ikut serta dalam mengantisipasi dan menanggulangi dampak bencana.

Mindset masyarakat terhadap kemampuan potensi anak dalam bentuk ketidakpercayaan terhadap anak dalam hal penanggulangan bencana perlu diluruskan.

” Anak saat ini berbeda dengan anak zaman dahulu, melalui pendidikan inilah anak mendapatkan pengalaman dan pengetahuan, secara pasti mereka dapat mengantisipasi agar tidak terjadi bencana lebih besar.

Terlebih saat ini sedang digalakkan penanggulan bencana berbasis rumah tangga, secara teknis tiap anggota keluarga memiliki peran untuk mengantisipasi bencana. Di dalamnya anak menjadi lakon penting sebagai upaya menekan terjadinya bencana lebih besar,”pungkas Heri.(hen/adv)