Tim Gugus Tugas Kalikajar Bongkar 7 Arena Kolong Merpati

PENERTIBAN. Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Kalikajar menggelar operasi penertiban kolong merpati, untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO- Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Kalikajar menggelar operasi penertiban kolong merpati, untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Sebanyak 7 arena kolong merpati di empat desa, dibongkar paksa.

Adapun kolong merpati yang ditertibkan di antranya di Desa Tegal Ombo sebanyak 2 kolong, Desa Purwojiwo sebanyak 2 kolongan, Dan Desa Simbang sebanyak 1 kolongan serta di Desa Lamuk 2 kolongan. Setelah dilakukan sosialisasi kepada para penggemar merpati kolong tim gugus tugas selanjutnya bersama–sama membongkar kolong merpati. (27/8)

Camat Kalikajar Bambang Tri menyampaikan kepada tim gugus tugas saat ini wilayah Kalikajar sudah sangat memperihatinkan orang yang terkena virus corona tersebut. Untuk itu kepada tim agar bertindak tegas menindak orang-orang yang melanggar, salah satunya adalah para penggemar merpati kolong yang masih melakukan aktivitas seperti biasa.

Baca Juga
Tidak Maju, Agus Subagyo Ingin Mandito

“Ini sebagai upaya untuk memutus rantai penularan Covid 19 di Kalikajar, jumlahnya terus meningkat signifikan belakangan ini,” katanya.

Menurutnya, arena kolong merpati menjadi salah satu kegiatan berkumpul, baik itu untuk pertandingan merpati maupun uji latihan, sehingga tim gugus tugas kecamatan bergerak melakukan penertiban dan sosialisasi kepada warga maupun kepada para pecinta merpati kolongan.

“Situasi penularan ini semakin meningkat, kita perlu ingatkan kepada warga, tetap gunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak,” terangnya

Sementara itu, Danramil 07 Kalikajar Kapten Inf Panut menyampaikan saat ini sedang terjadi pandemi Covid-19 tahap 2 atau gelombang kedua. Maka harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu agar tidak mengadakan kegiatan yang bersifat mengundang kerumunan massa. Salah satunya adalah kegiatan merpati kolong.

“Kita harus bersama menekan penyebaran virus tersebut. Kita tidak tahu, diri kita atau orang lain telah tetular virus. Karena virus tidak kelihatan oleh mata telanjang maka sangatlah sulit untuk menghidar,” ucapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Wonosobo Raih Terbaik ke-5 Nasional Hal Pengelolaan Dokumen Informasi Hukum

Pasalnya jika tertular atau menularkan orang lain maka akan membahayakan dan merepotkan banyak orang. Untuk itu sebelum diri dan kelurga terkena, maka jalankan protokol kesehatan dan ikuti aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“saat ini jumlah total pasien Wonosobo yang terpapar mencapai 208 orang, tiap harinya bertambah terus, selain menggunakan masker, untuk sementara menghindari kerumunan,” pungkasnya. (gus)