Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalikajar Bubarkan Camping Pemuda di Hutan Cemara

BUBARKAN. Tim gugus tugas Covid-19 Kecamatan Kalikajar membubarkan peserta kemping di Hutan Cemara Desa Purwojiwo.
BUBARKAN. Tim gugus tugas Covid-19 Kecamatan Kalikajar membubarkan peserta kemping di Hutan Cemara Desa Purwojiwo.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Kalikajar membubarkan peserta camping di Hutan Cemara Desa Purwojiwo. Pembubaran ini merupakan imbas dari penutupan semua jalur pendakian di Wonosobo sejak 24 Agustus akibat jumlah penderita covid-19 di Wonosobo terus meningkat.

Bermula dari laporan Kades Purwojiwo yang menginfomasikan di hutan cemara sebanyak 15 pemuda melakukan kegiatan camping.

Tim gugus tugas yang terdiri dari Koramil, Polsek dan Kecamatan mendatangi lokasi serta meminta peserta camping untuk bubar.

“Saat ini semua obyek wisata pendakian gunung, wisata di Wonosobo ditutup kembali akibat semakin meningkatnya jumlah penderita Covid-19,” ungkap Camat Kalikajar Bambang Tri.

Pembubaran dilakukan disertai dengan memberikan imbauan dan sosialisasi tentang pentingnya bersama menekan angka penularan yang saat ini terus meningkat.

Mengingat para pendaki gunung atau orang yang berwisata ke Wonosobo berasal dari berbagai macam daerah dan jumlahnya bisa mencapai ribuan.

“Melalui upaya persuasif tim gugus tugas akhirnya bisa mengajak kepada para peserta camping agar segera meninggalkan lokasi,” ujarnya.

Pihaknya mengajak agar para peserta untuk menyampaikan kepada peserta yang lain bahwa saat ini di wilayah Wonosobo semua tempat wisata belum dibuka.

Sementara itu, Wagiatno Kades Purwojiwo meminta kepada para peserta untuk mematuhi protokol kesehatan dalam rangka ikut memutus mata rantai penyebaran virus corona. Salah satunya adalah menghindari kerumunan.

“Jika nanti situasi sudah normal kembali silahkan jika mau bercamping di sini,” katanya.

Masyarakat Purwojiwo tidak mau tertular virus tersebut, oleh sebab itu untuk sementara waktu kegiatan di hutan cemara ditutup terlebih dahulu.

Karena dalam situasi nornal yang datang ke sini berasal dari berbagai daerah. Jika hal ini dibiarkan, tidak tahu semua apakah mereka sehat atau tidak.

Artikel Menarik Lainnya :  Ups! Moeldoko Diusir Pengunjuk Rasa di Semarang

Untuk itu dalam rangka menjaga penyebaran tersebut sesuai kesepakatan para pengelola pendakian gunung maka wisata ini juga ditutup sampai dengan situasi sudah normal seperti sedia kala. (gus)