Tiga Pasangan Gelap dan Ratusan Botol Miras Diamankan, Satpol PP Gencarkan Operasi Cipta Kondisi Ramadan di Purworejo

AMANKAN MIRAS. Satpol PP Damkar Purworejo mengamankan ratusan botol Miras dalam Operasi Cipta Kondisi Ramadan, kemarin malam.(Foto: eko)
AMANKAN MIRAS. Satpol PP Damkar Purworejo mengamankan ratusan botol Miras dalam Operasi Cipta Kondisi Ramadan, kemarin malam.(Foto: eko)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Kabupaten Purworejo menggencarkan Operasi Cipta Kondisi selama Bulan Suci Ramadan 1443 H. Targetnya yakni seluruh lokasi yang disinyalir menjadi sumber munculnya penyakit masyarakat, seperti minuman keras (Miras), Narkoba, perjudian, dan seks bebas.

Operasi dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP Damkar, Hariyono SSos MM, diawali dengan mendatangi sejumlah rumah kos di Desa Grantung Kecamatan Bayan dan wilayah Kecamatan Kutoarjo pada Jumat (1/4) malam. Dalam operasi tersebut petugas berhasil mengamankan tiga pasangan bukan suami istri alias pasangan gelap yang sedang asyik berduaan di kamar kos.

“Tindak lanjut yang telah kita tempuh adalah dengan memberikan surat panggilan untuk datang ke kantor Satpol PP Damkar untuk dilakukan pemeriksaan dan pembinaan oleh PPNS,” kata Hariyono saat dikonfirmasi bersama Kepala Bidang Penegakan Perda, Endang Muryani SE, Senin (4/4).

Operasi dilanjutkan dengan menyambangi sejumlah lokasi yang diduga kuat menjadi pusat peredaran Miras, Minggu (3/4) malam. Petugas menyisir warung-warung serta rumah di wilayah Purworejo kota, Kecamatan Bayan, hingga Kecamatan Kutoarjo.

Dari giat tersebut, petugas berhasil mendapati sedikitnya 228 botol Miras berbagai jenis dan merk, seperti Anggur Merah, Mension House, Ciu, dan Vodca. Seluruh barang haram itu kemudian diamankan ke kantor Satpol PP Damkar.

“Para pemilik atau penjual juga kami panggil ke kantor untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut,” ungkapnya.

Hariyono menegaskan bahwa Operasi Cipta Kondisi akan terus diintensifkan selama Ramadan hingga jelang Hari Raya Idul Fitri. Hal itu untuk menjamin kondusivitas masyarakat, khususnya umat muslim dalam menjalankan ibadah.

Selain itu, operasi penyakit masyarakat yang telah rutin dijalankan juga menjadi upaya penegakan Perda No 8 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3).

“Mari kita isi bulan suci ini dengan beribadah serta aktivitas-aktivitas yang bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat. Bagi masyarakat nonmuslim, mari jaga toleransi dan kondusivitas agar umat muslim dapat menjalankan ibadah dengan baik,” tegasnya.  (top)