Tiga Insiden Kebakaran Terjadi dalam Sehari, Kerugian Capai Ratusan Juta

PADAMKAN API. Petugas Damkar berjibaku memadamkan api yang membakar sebuah gudang kayu di Tegalsari Kelurahan Purworejo Kecamatan Purworejo, kemarin. (Foto: EKO)
PADAMKAN API. Petugas Damkar berjibaku memadamkan api yang membakar sebuah gudang kayu di Tegalsari Kelurahan Purworejo Kecamatan Purworejo, kemarin. (Foto: EKO)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Sebanyak tiga insiden kebakaran terjadi dalam sehari di Kabupaten Purworejo, Kamis (29/9). Tidak ada korban jiwa akibat seluruh kejadian tersebut. Namun, kebakaran hebat yang menimpa sebuah gudang kayu di Jalan H Agus Salim Kelurahan/Kecamatan Purworejo cukup menyedot perhatian masyarakat karena bangunan hangus total dan rata dengan tanah hingga mengakibatkan kerugian mencapai ratusan juta.

Ahmad Umroni (46) warga Desa Karangrejo Kecamatan Loano yang menjadi pengelola gudang kayu menyebut kebakaran terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Berbagai perlengkapan bangunan yang mayoritas terbuat dari kayu semua hangus terbakar.

“Saksi itu tetangga kios namanya pak Aris melihat api, mau menolong tapi air tidak mengalir, lalu panggil Damkar. Yang terbakar kayu-kayu, ada kusen juga, pintu. Kerugiannya Rp500-an juta,” sebutnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo, Haryono SSos MSi, menginformasikan bahwa kebakaran tersebut menyebabkan bangunan rata dengan tanah. Bangunan mayoritas terbuat dari kayu sehingga api cepat menyebar.

“Perlu kita sampaikan bahwa tadi pagi sekitar jam 06.30 WIB terjadi kebakaran, diduga penyebabnya korsleting listrik,” kata Kasatpol usai proses pemadaman.

Setelah ada laporan dari warga, lanjutnya, petugas Damkar sebanyak 30 personel diterjunkan untuk memadamkan api. Petugas langsung melakukan pencegahan agar api tidak menjalar ke bangunan lain di sekitarnya. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.00 WIB dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

“Ada 30 personel Damkar, 15 tangki air sudah kita gunakan, dengan 4 unit kendaraan Damkar, korban jiwa tidak ada. Berkat kerja sama dan kesigapan aparat baik Damkar, Kepolisian dan masyarakat setempat bisa melokalisir, walaupun dampaknya bisa dilihat, ini hangus total, ini yang terbakar kayu-kayu,” paparnya.

Insiden kebakaran berikutnya terjadi di Desa Mudalrejo, tepatnya Depan Toko  Ana Mart Kecamatan Loano sekitar pukul 09.15 WIB. Sebuah Trafo tiang listrik milik PLN hangus terbakar hingga mengakibatkan kepulan asap. Besarnya kobaran api di pucuk tiang sempat membuat warga sekitar panik dan takut merembet. Beruntung, api dapat dapat dipadamkan dan kebakaran tidak sempat merembet.

“Sesampainya di lokasi api sudah padam, kemudian tim Damkar melakukan pembersihan oli dan solar,” kata Kabid Damkar, Tejo Kusnandar SSos.

Sementara itu, insiden kebakaran kembali terjadi pada siang hari, sekitar pukul 11.00 WIB di Desa Ringgit RT 02 RW 01 Kecamatan Ngombol. Dalam peristiwa itu, sebuah bangunan rumah milik warga bernama Paiman nyaris ludes terbakar. Beruntung, api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke bagian lain.

“Kronologinya, pagi Ibu Paini tetangga Bapak Paiman sedang menjemur pakaian di samping rumah Bapak Paiman lalu mendengar suara ledakan dan percikan api. Kemudian mengecek ke dalam rumah ternyata api sudah membesar dan membakar kasur, kemudian Ibu Paini segera mematikan listrik dan memadamkan api dengan peralatan seadanya,” jelasnya.

Setelah menerima laporan, tim damkar mako induk meluncur ke lokasi disusul oleh tim Damkar sektor Kutoarjo. Tidak ada korban jiwa, tetapi pemilik rumah mengalami kerugian material sekitar Rp3 juta.

“Sesampainya di lokasi, api sudah padam, kemudian tim damkar melakukan pendinginan dan pengecekan lokasi. Setelah situasi dinyatakan aman, tim kembali ke mako,” ungkapnya. (top)