Tiga Hari Tidak Pulang, Warga Kayugiyang Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Serayu

EVAKUASI. Tim SAR gabungan dan BPBD melakukan evakuasi terhadap jenazah Taufik ( 25) warga Desa Kayugiyang Garung.
EVAKUASI. Tim SAR gabungan dan BPBD melakukan evakuasi terhadap jenazah Taufik ( 25) warga Desa Kayugiyang Garung.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Tim SAR gabungan dan BPBD melakukan evakuasi terhadap sesosok jenazah dari Sungai Serayu kemarin. Korban belakangan diketahui bernama Taufik (25) merupakan warga Dusun Banaran RT 06/04 Desa Kayugiyang Garung.

“Kami menerima informasi dari Tim SAR Banjarnegara terkait penemuan sesosok mayat di Sungai Serayu masuk wilayah Desa Prigi Kecamatan Sigaluh Banjarnegara, karena diduga warga Wonosobo,” ungkap Kepala BPBD Wonosobo, Bambang Triyono kemarin.

Menurutnya, korban ditemukan pada pukul 12.30 WIB oleh warga setempat dalam posisi sudah mengambang. Kemudian  dievakuasi oleh tim SAR gabungan Banjarnegara dan Wonosobo, ke RSUD Banjarnegara untuk dilakukan otopsi.

“Kemungkinan korban sudah meninggal lebih dari dua hari, setelah dilakukan identifikasi bersama termasuk dengan keluarga korban. Selanjutnya dibawa ke Kayugiyang Garung untuk proses pemakaman,” ucapnya.

Sementara itu, Dalop BPBD, Sabar Mondleng menambahkan bahwa pihaknya melakukan proses evakuasi terhadap korban setelah menerima informasi dari tim SAR Banjarnegara. Korban ditemukan di sungai dalam kondisi meninggal dunia.

“Kami bersama tim SAR melakukan evakuasi terhadap korban, selanjutnya dilakukan identifikasi dan memastikan bahwa korban merupakan warga Wonosobo. Kemudian dibawa untuk diserahkan  pihak keluarga,” ujarnya.

Menurunya, penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, utamanya terkait dengan unsur ada dan tidaknya dugaan kasus kekerasan atau pembunuhan terhadap korban.

“Informasi yang kami terima dari pihak keluarga, korban pergi dari rumah tiga hari lalu. Kemudian dicari oleh pihak keluarga. Sementara HP korban ditemukan telah dijual di konter,” katanya.

Korban sendiri pamit dengan keluarga akan mengambil kartu prakerja. Korban keluar menggunakan sepeda motor matik jenis honda Beat. Namun hingga saat ini sepeda motor yang dipakai oleh korban belum ditemukan. (gus)

Artikel Menarik Lainnya :  Lahir dari Keprihatinan Siswa Biasa Plagiat, Sapu Lidi Masuk Top 33 KIPP Provinsi Jateng