Tidak Salurkan Air ke Pelanggan, PDAM Tirta Aji Wonosobo Rugi 800 Juta

PERBAIKAN. PDAM Tirta Aji melakukan perbaikan terhadap putusnya saluran pipa air akibat longsor  di Kampung Jewantah Tawangsari di pinggir Sungai Serayu.
PERBAIKAN. PDAM Tirta Aji melakukan perbaikan terhadap putusnya saluran pipa air akibat longsor  di Kampung Jewantah Tawangsari di pinggir Sungai Serayu.

WONOSOBO,MAGELANGEKSPRES.COM – PDAM Tirta Aji Wonosobo mengaku alami kerugian mencapai Rp800 juta lebih, menyusul putusnya pipa utama akibat longsor di Kampung Jewantah Kelurahan Tawangsari. Pipa jalur Mangli untuk supply air ke 3 kecamatan terganggu selama tiga hari.

“Dari sumber mata air Mangli yang terputus beberapa hari terakhir dilakukan sehingga air tidak mengalir, tiga kecamatan yang terdampak harus disuplai air dengan mobil tangki. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah,” ungkap Direktur Teknis PDAM Tirta Aji, Suparno.

Menurutnya, tiga kecamatan di wilayah selatan yang paling terdampak dari aliran air PDAM, yakni Kecamatan Kaliwiro, Wadaslintang dan sebagian di Kecamatan Leksono. Dua transmisi pipa yang terkena longsor berada di jalur Juwanta – Gunung Beser. Padahal jalur transmisi tersebut merupakan jalur utama yang dikirim untuk mencukupi kebutuhan air di tiga wilayah tersebut.

“Suplai air dari sumber Mangli yang dikirim sampai di Kecamatan Wadaslintang memiliki debit 120 meter per detik. Dibawa oleh dua transmisi pipa dengan diameter 250 milimeter. Kedua pipa transmisi ini semuanya terbawa longsor. Kalau dihitung dari panjang pipa yang kita butuhkan itu ada 160 meter,” terangnya.

Dijelaskan, lantaran terkena bencana akhirnya suplai air sempat tersendat di 90 desa yang berada di tiga kecamatan. Dengan jumlah pelanggan tetap yang terganggu mencapai 10.071 Sambungan Rumah (SR). Dari estimasi dari Kecamatan Kaliwiro sebesar 6500 SR, Wadaslintang 3500 SR, sisanya dari Kecamatan Leksono.

“Kami dibantu relawan terus dropping air dengan menggunakan sembilan kendaraan kesana. Bahkan dengan meminta bantuan mobil tangki dari luar kota agar warga bisa tercukupi kebutuhan airnya,” katanya.

Namun pihaknya memastikan proses pengerjaan dengan target tiga hari mampu diselesaikan, pelanggan tidak terganggu. Apalagi saat ini warga sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

“Proses perbaikan pipa dipercepat karena hanya dalam hitungan hari saja banyak warga yang terdampak pihak PDAM juga menanggung kerugian hingga ratusan juta rupiah,” ujarnya.

Dari hasil estimasi yang dihitung jika debit mencapai 120 meter per detik di kali tiga hari, dengan harga air per meter kubik mencapai Rp1.600 akan ketemu angka Rp829.000.000. (gus)