Tidak Ada Perayaan Imlek di Temanggung, Kelenteng Tetap Buka Sampai Malam

BERSIH-BERSIH. Menyambut Hari Raya Imlek tahun 2020 lalu, umat Tri Dharma melakukan bersih-bersih Rupang dan Arca yang ada di dalam Kelenteng Kong Ling Bio Temanggung.

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Keluarga besar Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Cahaya Sakti Kong Ling Bio Temanggung, sama sekali tidak menggelar acara khusus pada perayaan Tahun Baru Imlek kali ink.

Kendati demikian, klenteng sebagai tempat ibadah warga Tionghoa ini tetap dibuka, hanya saja pelaksanaan ibadahnya tetap dibatasi.

“Kalau acara khusus menyambut tahun baru Imlek memang tidak ada, tapi tempat ibadah tetap kami buka untuk memberikan kesempatan bagi yang akan beribadah,” jelas Ketua Tempat Ibadat Tri Dharma Cahaya Sakti, Edwin Nugraha, Senin (8/2).

Menurutnya, keputusan ini sebagai salah satu bentuk kepedulian dan ketaatan umat Tionghoa dalam mendukung pemerintah untuk memutus penyebaran Covid-19.

“Sampai saat ini pandemi Covid-19 masih belum berakhir, jadi kami sebagai umat Tionghoa juga memutuskan untuk tidak menggelar atau mengadakan acara khusus,” ujarnya.

Sebab, dengan acara penyambutan khusus seperti tahun-tahun sebelumnya akan menimbulkan kerumunan, hal ini yang sangat dihindari pada perayaan Imlek tahun ini.

Edwin menegaskan, jika ada umat yang datang mau berdoa tetap diperbolehkan, karenanya kelenteng ini buka dari pagi sampai malam.

“Kami bagi ada yang datang pagi, siang, dan sore. Jadi tidak ada yang datang bersamaan untuk mengantisipasi terjadi kerumunan. Umat tetap bisa sembahyang di kelenteng tetapi tidak bersamaan,” katanya.

Tidak hanya pada perayaan Imlek saja, kebiasaan ini berlaku juga pada sejumlah kegiatan lain yang biasanya dilakukan menjelang perayaan seperti acara bersih-bersih. Karena hal itu juga mengumpulkan umat yang rawan penularan Covid-19.

Meskipun tidak menyelenggarakan ibadah bersama-sama, puluhan lilin baru ukuran besar sudah tertata rapi di teras kelenteng yang akan dinyalakan pada Imlek nanti.

“Tetap ada dan disediakan, nantinya lilin-lilin yang sudah dikirim ke TITD Cahaya Sakti tetap akan dinyalakan,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Tinjau Gudang Tembakau, DPRD Temanggung Minta Pabrikan Cepat Serap Tembakau.

Lilin-lilin tersebut kiriman dari umat, bahkan bukan hanya dari Temanggung, tetapi juga banyak kiriman dari luar kota. Lilin-lilin ini merupakan permohonan doa untuk ketentraman keluarga, untuk penyelesaikan masalah, dan kebahagiaan bagi setiap keluarga.

Terkait dengan Tahun Kerbau Logam ini Edwin berharap, semoga kekuatan kerbau ini mampu menghilangkan hal-hal tidak baik.

“Tahun ini merupakan tahun Kerbau Logam, melambangkan kekuatan. Semoga saja ke depan pandemi bisa segera berakhir dan masyarakat tetap kuat menghadapinya,” tutupnya. (set)