Tes Swab Guru di Temanggung Ditarget Selesai Sebelum PTM

Kepala Dinas Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Temanggung Suyono. 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Temanggung menargetkan tes swab (tes usap) pada guru selesai sebelum pembelajaran tatap muka (PTM) dilakukan sesuai rencana pada awal tahun 2021 mendatang.

Kepala Dindikpora Temanggung, Suyono mengatakan, tes usap yang dilakukan pada guru hukumnya wajib, mulai dari guru Paud, TK, SD, SMP hingga SMA/SMK.

“Tidak ada pengecualian, semua yang berprofesi sebagai guru atau tenaga pengajar di sekolah wajib mengikuti dan melaksanakan tes usap,” tegasnya, Jumat (18/12).

Menurutnya, tes usap kepada tenaga pengajar ini sebagi salah satu langkah untuk pencegahan dini terhadap penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.

Dengan dilaksanakan tes usap tersebut maka, keyakinan orang tua wali akan dimulainya PTM bisa semakin kuat.

“Jika semua guru dari semua satuan pendidikan sudah dilaksanakan swab maka orang tua akan semakin yakin, orang tua wali juga tidak akan ada rasa was-was ketika anaknya sudah kembali melaksanakan pembelajaran terbuka,” katanya.

Di wilayah Kabupaten Temanggung setidaknya ada 6.472 guru dan tenaga pendidik dari jenjang pendidikan TK, Paud, SD sederajat, dan SMP sederajat melakukan tes usap Covid-19. Nantinya, hasil tes usap massal itu sebagai acuan pembukaan sekolah tatap muka pada awal Januari 2021 mendatang.

“Jika sudah ada hasilnya, kita bisa menetukan langkah terbaiknya seperti apa dan bagaimana, tentunya agar pendidikan bisa berjalan seperti semula dan semuanya dalam kondisi sehat,” katanya.

Baca Juga
Truk Tangki Terguling, Banjir Solar di Jalur Sindoro Sumbing Kertek

Jumlah tenaga pengajar di Temanggung totalnya 6.472 orang dari 432 SD swasta dan negeri, 78 SMP serta TK dan Paud. Pelaksanaan tes usap dipandu kordinator wilayah masing-masing bekerjasama dengan puskesmas.

Artikel Menarik Lainnya :  Temanggung Siap Jadi Sentra Penghasil Cabai

“Kita hanya sampai ke tingkat SMP saja, karena SMA dan SMK sudah menjadi kewajiban dan pemerintah provinsi, namun demikian pihaknya tetap melakukan sosialisasi kepada SMA dan SMK untuk menjalankan aturan sesuai dengan aturan yang berlaku,” katanya.

Dijekaskan, tes usap untuk guru dan tenaga kependidikan sudah dimulai pada 15 Desember kemarin. Semua guru dan tenaga pendidik wajib melakukan tes usap Covid-19 tanpa terkecuali, termasuk tenaga pendidik yang berasal dari luar daerah.

Suyono menambahkan, dalam pelaksanaannya, tes usap untuk kalangan pendidikan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan puskesmas masing-masing. Tes kesehatan serentak ini dimaksudkan untuk mempersiapkan tenaga pendidik yang dinyatakan sehat sebagai komando pelaksanaan kembali belajar tatap muka di sekolah.

“Tes swab ini sebagai acuan rencana PTM Januari mendatang berdasarkan SKB 4 menteri terbaru. Bapak Bupati sudah menginstruksikan agar semua guru dan tenaga pendidik dari TK, SD, hingga SMP dilakukan tes swab,” terangnya. (set)