Terungkap, Komplotan Pembobol Rumah Kosong Berasal dari Luar Purworejo

Tersangka beserta barang kasus pencurian rumah kosong ditunjukkan oleh Kasat Reskrim Polres Purworejo dalam konferensi pers di halaman Mapolres Purworejo, kemarin. (Foto: eko)
DIAMANKAN. Tersangka beserta barang kasus pencurian rumah kosong ditunjukkan oleh Kasat Reskrim Polres Purworejo dalam konferensi pers di halaman Mapolres Purworejo, kemarin. (Foto: eko)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Komplotan spesialis pencurian rumah kosong yang berhasil diamankan Polres Purworejo pada 6 Oktober lalu, ternyata bukan merupakan warga Purworejo. Mereka berasal dari Sumatera, Jawa Barat, dan Jakarta.

Informasi itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Agus Budi Yuwono dalam konferensi pers di halaman Mapolres Purworejo, Senin (8/11). Disebutkan, komplotan beranggotakan dari 6 orang.  Lima tersangka di antaranya berhasil diamankan, sedangkan 1 tersangka lainnya masih buron.

“Pada hari Rabu (6/10) Polres Purworejo telah mengungkap jaringan pencurian spesialis rumah kosong dengan lima tersangka yang berhasil kita amankan,” sebutnya.

Kelima tersangka dihadirkan dalam konferensi pers. Masing-masing berinisial  HS (33) warga Ciracas Jakarta Timur, A (27), warga Wado Sumedang, M (27) warga Rawas Ilir Musi Rawas, dan R (35) warga Ciracas Jakarta Timur.

“Enam tersangka berangkat dari Jakarta. Dari petugas intel didapat keterangan mereka menginap di salah satu hotel di kawasaan Kutoarjo,” katanya.

Berdasarkan pantauan petugas, mereka melancarkan aksinya di salah satu rumah di Dusun Pelahan, Kelurahan Kledung Kradenan Kecamatan Banyuurip. Enam pelaku yang mengendarai tiga sepeda motor pun terlibat aksi kejar-kejaran dengan petugas. Salah satunya berhasil melarikan diri dan hingga kini masih DPO.

Dalam aksi tersebut, HR sempat menodongkan senjata api (Senpi) kepada petugas. Ia akhirnya dihadiahi timah panas di bagian pahan kanan, bersama satu tersangka lainnya yang melakukan perlawanan.

Dari kasus ini, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, antara lain, 1 pucuk senjata api rakitan, 3 unit sepeda motor, 1 tas punggung, 2 buah laptop, 4 keping emas batangan, 1 gelang emas, 2 buah liontin, dan 5 buah pisau. Atas perbuatannya, para tersangka terancam hukuman 7 tahun penjara.

“Pasal yang kami terapkan di sini pencurian dengan pemberatan pasal 363 dengan ancaman 7 tahun penjara,” terangnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Teken Kerjasa sama, Perusahaan Singapura Perkuat Pendidikan di Purworejo

Berdasarkan pengakuan salah satu tersangka, HR (33), mereka semuanya berprofesi sebagai calo bus di terminal Kampung Rambutan, Jakarta. HR yang berasal dari Palembang mengaku baru pertama melakukan aksi pencurian.

“Saya kapok. Ini pertama dan terakhir kali,” ujar HR. (top)