Terpapar Covid-19, Hamil Tiga Bulan Meninggal Dunia

JENAZAH. Aparat Polsek serta Koramil Kepil dampingi proses pemulasaraan jenazah serta pemakaman warga Warangan Kepil yang terpapar covid 19.
JENAZAH. Aparat Polsek serta Koramil Kepil dampingi proses pemulasaraan jenazah serta pemakaman warga Warangan Kepil yang terpapar covid 19.

MAGELANGEKSPRES.COM, WONOSOBO – Penyebaran covid 19 jenis varian baru harus semakin diwaspadai. Pasalnya baru baru ini satu keluarga di Desa Warangan Kecamatan Kepil meninggal dunia, lantaran terpapar covid 19.

Seorang perempuan yang tengah hamil 3 bulan meninggal dunia. Padahal seminggu sebelumnya, ibunya telah meninggal terlebih dahulu di rumah sakit PKU Muhammadiyah. Keduanya Meninggal karena positif terpapar Covid 19. Pemulasaraan jenazah serta pemakamannya dilakukan dengan protokol kesehatan dengan didampingi Aparat Polsek serta Koramil Kepil.

“Tidak henti-hentinya kita terus melakukan himbauan kepada masyarakat untuk tetap patuh pada protokol kesehatan. Sudah banyak warga yang meninggal dunia,” ungkap Kapolsek Kepil AKP Mus Subandi.

Menurutnya, kasus meninggalnya warga warangan yang tengah hamil 3 bulan ini menjadi keprihatinan bersama, dan mestinya menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat untuk waspada, dan mengikuti anjuran pemerintah di tengah pandemi covid 19.

“Memang banyak yang sembuh dari kasus tersebut, tapi tidak sedikit yang meninggal dunia, tentu saja kita senantiasa berharap yang terbaik, namun ikhtiar harus terus dilakukan, bukan sebaliknya justru menyepelekan,” katanya.

Tim satgas kecamatan kepil terus berupaya keras mengajak masyarakat untuk bersama sama mengikuti anjuran pemerintah, menjalankan protokol kesehatan, menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

“ Dalam mengatasi  wabah Covid ini, Kami mengerahkan semua anggota untuk tracer,  penling ( penerangan keliling), membantu pemakaman,  vaksinasi massal, operasi masker, pengawasan dan pendataan,” Jelasnya.

Sementara itu, Kades Warangan, Mustofa  mengemukakan bahwa kasus meninggalnya dua orang warga yaitu ibu dan anak yang sedang hamil tiga bulan itu menjadi pembelajaran penting bagi warganya agar tidak meremehkan covid 19.

“Bagi kami ini situasi yang sangat tragis, berarti satu keluarga sudah habis, karena sebelum ibu dan anak ini meninggal dunia, bapaknya telah meninggal beberapa tahun lalu,” ucapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Wonosobo Juara Festival Film Pramuka

Menurutnya, upaya pencegahan wabah Covid secara intens sudah dilakukan seperti penyemprotan,  edukasi masyarakat bekerja sama dengan  Bhabinkamtibmas dan babinsa  dengan cara Penling.

“Semua ikhtiar sudah dilakukan, tinggal bagaimana kesadaran warga dalam menerima informasi ini, yang tentunya kita harapkan mereka bisa patuh,” katanya. (gus)