Ternyata Ada Pegawai BPK dan Pemkab Bogor Ikut Diamankan Bersama Bupati Ade Yasin

Ternyata Ada Pegawai BPK dan Pemkab Bogor Ikut Diamankan Bersama Bupati Ade Yasin
Komisi Pemberantasan Korupsi

JAKARTA, MAGELANGEKSPRES.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah uang kala melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dalam OTT tersebut, Bupati Bogor, Ade Munawaroh Yasin serta sejumlah pihak dari BPK Perwakilan Jawa Barat dan Pemkab Bogor diamankan tim satgas KPK.

“Telah mengamankan beberapa pihak dari Pemda Kabupaten Bogor, pemeriksa BPK dan rekanan serta sejumlah uang serta barang bukti lainnya,” ujar Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron kepada wartawan, Rabu, 27 April 2022.

Ia mengatakan, saat ini para pihak yang ditangkap sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penyidik. Dia memastikan perkembangan penangkapan tersebut akan segera kembali diinfokan ke publik.

“Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan setelah selesai nanti akan kami sampaikan detail kasusnya,” tutur Ghufron.

Sebelumnya, Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri menegaskan penangkapan dilakukan karena diduga ada pemberian dan penerimaan suap. Saat ini, KPK tengah memeriksa pihak-pihak yang diamankan dan dalam waktu 1×24 jam KPK segera menentukan sikap atas hasil tangkap tangan tersebut.

“Perkembangannya akan disampaikan lebih lanjut,” ujar Ali.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik 2020 miliknya, dikutip Rabu, 27 April 2022, Ade Yasin tercatat memiliki aset sebanyak Rp4,25 miliar. Dikurangi utang sebesar Rp140 juta yang tercantum, total hartanya mencapai Rp4,1 miliar.

Harta miliknya didominasi aset berupa tanah dan bangunan. Ade Yasin tercatat memiliki satu bidang tanah dan bangunan di Bogor dengan luas 574 meter persegi/313 meter persegi dengan nilai Rp1,6 miliar; serta dua bidang tanah di Bogor seluas 340 meter persegi senilai Rp505 juta dan seluas 1.590 meter persegi senilai Rp135 juta.

Selain tanah dan bangunan, Ade Yasin juga memiliki satu unit mobil Mitsubishi Xpander senilai Rp200 juta dan satu unit mobil BMW 320 senilai Rp435 juta.

Ade Yasin juga mengeklaim memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp600 juta dan harta berupa kas dan setara kas senilai Rp726,7 juta.

Dengan demikian, total harta Ade Yasin sebesar Rp4,25 miliar. Namun, dalam LHKPN tersebut, Ade Yasin mengaku memiliki utang sebesar Rp140 juta. Setelah dikurangi utang, harta Ade Yasin sebesar Rp4,1 miliar. (fin/me)