Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim

KURBAN. Pemkab Wonosobo dengan dana APBD memberikan hewan kurban tiga ekor sapi yang diserahkan secara simbolis di Masjid Jami', Masjid Al Mansur, dan Alun-alun Wonosobo.
KURBAN. Pemkab Wonosobo dengan dana APBD memberikan hewan kurban tiga ekor sapi yang diserahkan secara simbolis di Masjid Jami', Masjid Al Mansur, dan Alun-alun Wonosobo.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO- Peringatan hari raya kurban di tengah pandemi covid-19, tidak berkurang maknanya. Justru sebaliknya bagi yang memahami kondisi saat ini menjadi upaya untuk berlatih meneladi keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Pada momentum yang penuh keberkahan ini, atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo, Bupati Eko Purnomo mengajak untuk tunduk sepenuhnya pada kemahabesaran Allah SWT, seraya merenungkan kembali keteladanan agung Nabi Ibrahim, yang telah teruji memiliki keikhlasan, kekuatan hati dan ketaatan mutlak terhadap Allah SWT ketika mendapat perintah untuk mengorbankan putra.

“Mari tingkatkan ikhtiar menuju hari depan yang lebih baik, melalui peningkatan amal ibadah, serta mempererat jalinan silaturahmi, menuju persaudaraan umat manusia yang universal, tanpa memandang politik, madzhab, agama, maupun strata sosial,” katanya.

Sementara Wabup Wonosobo, Agus Subagiyo meminta, di masa pandemi yang masih berlangsung saat ini, semuanya agar tetap bekerjasama dan benar-benar berkomitmen untuk terus menerapkan perilaku hidup  bersih dan sehat (PHBS)  kapanpun, dimanapun.

“Harus tetap disiplin jalankan protokol kesehatan, sebagai kebiasaan bukan sebagai beban,” katanya.

Baca Juga
Temukan Cacing Hati di Hewan Kurban, Disperpa Kota Magelang dan Mahasiswa Untidar Pantau Pemotongan Hewan Kurban

Menurutnya,  bahwa istilah new normal atau tatanan baru kehidupan, yang sering didengar, bukanlah berarti kehidupan sudah terbebas dari ancaman covid-19. Arti sesungguhnya dari new normal, adalah setiap individu wajib beradaptasi dengan penyesuaian-penyesuaian baru, dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari pada masa pandemi ini.

“Tatanan kehidupan baru itu bukan kembali normal seperti dulu, tapi kita hidup dengan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat,” katanya.

Senada, Sekda One Andang Wardoyo menyampaikan, semua masyarakat diminta harus benar-benar berkomitmen untuk  disiplin, dan selalu menerapkan protokol kesehatan, yang telah ditetapkan pemerintah, mulai dari selalu menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, untuk mengalahkan covid-19.

Artikel Menarik Lainnya :  BIN Jateng Sasar 1000 Warga Deroduwur Mojotengah

“Karenanya, pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak seluruh masyarakat Wonosobo untuk meningkatkan kepedulian dan solidaritas bersama, demi Wonosobo berdaya menuju sejahtera,”  pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut Pemkab Wonosobo dengan dana APBD memberikan hewan kurban tiga ekor sapi yang diserahkan secara simbolis di Masjid Jami’, Masjid Al Mansur, dan Alun-alun Wonosobo.

Sementara itu, pada Idul Adha tahun ini panitia kurban Masjid Al-Manshur Kauman Utara Wonosobo menyembelih 8 ekor sapi dan 26 ekor kambing.

Agenda serahterima sapi dilakukan Bupati Eko kepada perwakilan panitia kurban Masjid Al-Manshur dengan disaksikan beberapa pihak termasuk Komandan Kodim 0707/Wonosobo. Pelaksanaan shalat Idul Adha di Masjid Al-Manshur selain dihadiri Bupati Wonosobo juga muspida. Bertindak selaku imam, KH Haidar Idrisdan khatib KH Syarief Hidayat ketua yayasan.

“Harapannya, semoga kita semua menjadi pribadi yang ikhlas berkorban, peduli liyan, dan terus merawat spirit solidaritas di tengah situasi pandemik ini,” ungkap Ahmad Baehaki, salah satu pengurus masjid.

Dijelaskan, jumlah hewan kurban yang disembelih tiap tahunnya relatif stabil di angka tersebut. Kadang juga beberapa hewan kurban juga berasal dari luar kampung Kauman. Dengan banyaknya hewan kurban, maka proses penyembelihan biasanya berlangsung hingga menjelang sore hari. ada juga pengajuan proposal untuk pembagian daging kurban dari luar kampung,” ungkapnya. (gus/win)